Beberapa penelitian juga menunjukkan wanita hamil mungkin berisiko tinggi mengalami heat stress mendekati tanggal jatuh tempo mereka.
Paparan suhu ekstrem pada hari-hari atau minggu-minggu terakhir kehamilan dapat meningkatkan kemungkinan lahir mati atau memicu kelahiran prematur yang dapat meningkatkan kemungkinan penyakit pernapasan, gangguan perkembangan saraf, dan kematian pada anak usia dini.
Sementara itu, penelitian lain menunjukkan bahwa ketika seorang ibu mengalami suhu tinggi di awal kehamilan, bayi yang sedang berkembang berisiko mengalami cacat jantung, sumsum tulang belakang, atau otak, yang menjadi penyebab kelahiran prematur atau lahir mati.
Meski demikian, sejumlah penelitian mencatat wanita mungkin rentan terhadap panas ekstrem di sepanjang masa kehamilan mereka, bukan hanya di masa-masa akhir.
Lebih lanjut, menurut Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC), lingkungan yang sangat panas yang membuat suhu tubuh internal) wanita hamil meningkat ada potensi cacat lahir pada bayi serta sejumlah masalah reproduksi lainnya.
Dalam kondisi panas ekstrem, ibu hamil juga rentan mengalami dehidrasi yang sangat tidak baik bagi pertumbuhan janin.
Editor : NMD/Kalimantanlive.com







