“Teman Niaga kemudian korban dievakuasi ke atas Kapal Dharma Ferry 3 dan dibawa ke Pelabuhan Samudra Batulicin selanjutnya di evakuasi ke Rumah Sakit Marina Permata Batulicin,” tambah Amrad.
Nakhoda KN SAR Laksmana 241, Jahrudin mengatakan, saat ini proses pencarian hanya terkendala oleh gelombang yang lumayan tinggi, yaitu sekitar 1,5 sampai 2 meter. Namun hal ini tidak mengendurkan proses pencarian.
“Kami terus melakukan penyisiran dengan mengacu kepada SAR MAP Prediction, yaitu aplikasi yang dapat memperkirakan keberadaan atau arah pergerakan si korban dengan memperhitungkan angin serta gelombang.” jelasnya.
Kalimantanlive.com/Ilham
Editor : elpian







