1.033 Orang Tewas Akibat Banjir Bandang di Pakistan, Pejabat Salahkan Ini

KALIMANTANLIVE.COM – Warga yang tewas akibat banjir di Pakistan mencapai 1.033 jiwa. Jumlah itu berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (NDMA) Pakistan sejak Juni 2022.

Seperti dikutip di CNNIndonesia.com dari AFP, Minggu (28/8/2022), dalam 24 jam terakhir disebutkan 119 orang meninggal dunia saat hujan deras masih terus mengguyur. Musim hujan tahunan ini penting untuk pengairan, tetapi dampaknya sangat mengerikan.

Pada bencana banjir terakhir, NDMA menyebut 33 juta orang terdampak. Selain itu 2 juta hektare tanaman siap panen musnah, 3.451 KM jalan rusak dan 149 jembatan hancur.

# Baca Juga :Di Rakor Camat Lurah, Wali Kota Banjarbaru Inginkan Masalah Banjir Diantisipasi

# Baca Juga :Dampak Bencana Banjir di HST Kalsel Masih Terasa, Posko Meratus: Jalan Hantakan Ditutup

# Baca Juga :Sekolah yang Diduga Paksa Siswi Berjilbab Banjir Karangan Bunga, Pak Kepala Sekolah We Love You

# Baca Juga :BANJIR Bandang Kalbar, BNPB: 15 Ribu Warga dan 2.984 Unit Rumah di Kapuas Hulu Terdampak

Beberapa media mengatakan banjir saat ini merupakan imbas musim hujan yang sangat basah. Musim hujan monsun barat berlangsung pada akhir Juni hingga September di Pakistan.

Secara keseluruhan curah musim hujan selama tiga bulan yakni 140 mm. Namun, Badan Meteorologi Pakistan (PMD) menunjukkan hingga 26 Agustus curah hujan naik hingga 176,9 mm. Jumlah ini naik dua kali lipat dari angka normal.

Di Sindh, hujan bahkan turun hampir delapan kali lipat dari jumlah normal selama periode ini, sementara di Balochistan curah hujan naik lima kali lipat, demikian dikutip Indian Express.

“Pakistan belum pernah melihat siklus monsun yang tak terputus seperti ini. Delapan minggu nonstop telah menyebabkan petak besar negara dalam genangan air,” kata Menteri Perubahan Iklim Pakistan, Sherry Rehman, seperti dikutip Al Jazeera.

Ia lalu menyampaikan “Ini adalah banjir dari semua sisi, berdampak pada 33 juta lebih orang yang.”

Selama musim ini, rata-rata curah hujan di Pakistan tembus hingga 354,3 mm.

Sementara itu, pakar perubahan iklim yang berbasis di Islamabad, Ali Tauqeer Sheikh, mengatakan banjir kali ini disebabkan perencanaan pembangunan yang minim dan perubahan iklim.

“Kali ini ada beberapa jenis seperti banjir perkotaan, banjir bandang, dan banjir akibat semburan gletser,” kata Ali kepada Al Jazeera.

Pakistan merupakan negara yang memiliki jumlah gletser tertinggi di luar wilayah kutub.

Ia juga bercerita bahwa banjir kali ini berbeda dengan banjir besar 2010. Ketika itu banjir berasal aliran sungai, artinya sebagian besar yang terdampak di sekitar Sungai Indus dan bisa diprediksi.

“Frekuensi banjir [tahun ini] juga meningkat. Perubahan iklim adalah ancaman ganda,” jelas Ali lagi.