BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Satuan Tugas kebakaran hutan dan lahan Kalimantan Selatan atau Satgas Karhutla Kalsel memantau munculnya tujuh hotspot.
Untuk menindaklanjuti kondisi itu, Wakil Koordinator Satgas Udara Satgas Karhutla Kalsel, Febrian Wijoseno menghadiri rapat di pangkalan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru.
“Berdasarkan hasil briefing, terpantau 7 hotspot, dua pesawat patroli akan dioperasionalkan untuk memantau hotspot tersebut,” ujar Febrian Wijoseno, Sabtu (27/8/2022).
# Baca Juga :Bank Kalsel Serahkan CSR ke Pemkab Tanah Bumbu, Komitmen Jaga Lingkungan Hidup
# Baca Juga :Cuaca Ekstrem di Kalsel, Hari Ini, BMKG: 29 Provinsi Berpotensi Hujan Petir dan Angin Kencang
# Baca Juga :Diikuti 13 Daerah di Kalsel, Kepala Disparpora Balangan Buka Kejurprov Pencak Silat dan Trophy Bupati Balangan
Febrian yang juga menjabat Kadis Ops TNI AU Lanud Sjamsudin Noor itu menjelaskan prosedur penanggulangan hotspot setelah dilakukan patroli atau pemantauan.
“Kita akan pastikan seberapa besar spot tersebut, bagaimana pengaruhnya, untuk menentukan kalau perlu akan kita kirim water boombing untuk mengamankannya,” lanjutnya.
Tujuh hotspot terpantau, kedua heli patroli akan berbagi tugas, satu ke daerah Utara Kalsel yakni di wilayah Kabupaten Tabalong dan satunya daerah Tengah yakni wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan. (*/kalimantanlive.com)
editor : NMD
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










