GEMPA Magnitudo 6,4 di Mentawai, 2.336 Orang Mengungsi, BPBD: Jumlahnya Bakal Bertambah

PADANG, KALIMANTANLIVE.COM – Akibat gempa magnitudo 6,4 di Pulau Siberut, Mentawai, sebanyak 2.326 orang mengungsi ke tenda pengungsian.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai memprediksi jumlah tersebut akan terus bertambah.

Kepala Badan Pelaksana (Kalaksa) BPBD Mentawai, Novriadi mengatakan jumlah pengungsi tersebar di tiga titik pengungsian. Di mana terdiri dari 1.188 orang perempuan dan 1.138 orang laki-laki.

# Baca Juga :PAPUA GEMPAR, 4 Warga Dibantai Lalu Dimutilasi, 6 Oknum TNI Terlibat dan Diamankan

# Baca Juga :Gempa 5,9 M Guncang Kepulauan Mentawai, Pagi Ini Sudah 2 Kali Gempa Susulan

# Baca Juga :MASUK ZONA Megathrust, Potensi Gempa Cilacap Bakal M 8,7 dan Tsunami 10 Meter

# Baca Juga :Pria Asal Simpangempat Diciduk Resmob Polres Tanahbumbu, Ini Penyebabnya

“Ada 494 KK, jumlah itu akan terus bertambah melihat banyaknya terjadi gempa susulan,” ujarnya ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (29/8/2022), seperti dikutip di CNNIndonesia.com.

Adapun posko pengungsian berada di posko pengungsian yang dibangun NGO ASB pada program Destana, rumah masyarakat dan ladang (tanpa pondok) yang berada di dataran tinggi.

Novriadi menjelaskan pengungsi berasal dari tujuh dusun yang ada di Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat, yaitu Saboilagkat, Sute’uleu, Muara Selatan, Muara Utara, Bataet Utara, Bataet Selatan, dan Sakaldhat.

“Alasan mereka pengungsi karena takut akan gempa susulan bermagnitudo lebih besar,” kata Novriadi.

Selain itu, gempa yang berasal dari Desa Simalagi, Siberut Barat tersebut membuat lima bangunan rusak yaitu satu unit gereja, aula Kantor Camat Siberut, satu unit SMPN 3 Simalegi rusak ringan, satu unit SDN 11 Simalegi rusak berat, dan satu unit Puskesmas Betaet rusak ringan.

“Gereja itu rusak berat, dan aula rusak ringan,” jelasnya.

Gempa yang terasa selama tiga hingga lima detik itu juga membuat seluruh warga berhamburan keluar ruangan dan menciptakan kepanikan beberapa saat.

“Saat ini Tim BPBD sudah bergerak ke lokasi untuk mendistribusikan bantuan darurat dan mendesak,” katanya.

Editor : NMD/Kalimantanlive.com