PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Banjir menerjang dua kecamatan di Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (30/8/2022) kemarin. Hingga malamnya atau sekitar Rabu (31/8/2022) sekitar pukul 02.00 Wita air mulai masuk rumah warga.
Lokasi banjir terpantau di beberapa titik ruas jalan nasional dan jalan lingkungan di Kecamatan Jorong dan Kecamatan Kintap.
Sebelumnya, Wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak Senin (29/8/2022) malam hingga Selasa (30/8/2022) pagi.
# Baca Juga :BPBD Kalsel Terjun ke Lokasi Bencana Banjir Tanahlaut, Lakukan Kajian Ini
# Baca Juga :Dinsos Kalsel Gerak Cepat, Kirim Petugas Tagana ke Lokasi Banjir di Asam-Asam Tanahlaut
# Baca Juga :Jalan Raya Arah Jorong-Kintap Tanahlaut Terendam Banjir, Lalu Lintas Tersendat
# Baca Juga :1.033 Orang Tewas Akibat Banjir Bandang di Pakistan, Pejabat Salahkan Ini
Dari, banjir merendam ruas jalan nasional di kawasan Trans-300 dan Trans- 200 Kecamatan Jorong.
Akibat genangan di ruas jalan nasional ini ada lima kendaraan roda dua yang terseret arus deras untung pengendaranya selamat.
Pada, Rabu (31/8/2022) pagi, cuaca mulai bersahabat di Tanahlaut, di beberapa tempat dikabarkan hujan namun intensitasnya tak seberapa.
Banjir yang melanda sejumlah permukiman di beberapa tempat di Tala pun mulai mengalami penurunan. Contohnya di Desa Asamasam di Kecamatan Jorong.
“Pagi ini genangan air banjir turun sekitar 30-40 sentimeter,” sebut Sain, warga Asamasam, seperti dikutip di banjarmasin.tribunnews.com.
Sementara di lingkungan banjir terdalam di RT 6 juga muai susut, namun belum seberapa yakni turun sekitar lima sentimeter.
Kepala Desa Asamasam Abdul Muhid menuturkan lingkungan RT 6 berada di dekat sungai dan berada dataran terendah sehingga selalu terdampak banjir paling parah.
Pada Selasa kemarin dikatakannya genangan air di dalam rumah warga di RT 6 ada yang setinggi hingga pinggang orang dewasa.
Warga yang rumahnya kebanjiran sebagian mengungsi ke rumah sanak kerabat yang berada di tempat tinggi. Sebagian lagi ada yang bertahan di rumah masing-masing karena banjir kali ini tak separah banjir yang terjadi sebelumnya.
Sementara itu warga terdampak banjir di Asamasam bertambah sesuai hasil pendataan yang dilakukan hingga malam tadi.
Jumlah rumah yang kebanjiran sebanyak 328 unit yang dihuni 300 kepala keluarga (KK) atau 1.144 jiwa. Sebaran RT yang kebanjiran ada sembilan.










