BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus melakukan modernisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan mulai menggunakan kurikulum prototipe.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel melalui Kepala Bidang Pembinaan SMK Provinsi Kalsel, Syamsuri mengatakan, saat ini di Kalsel sudah sebagian SMK binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel menggunakan kurikulum prototipe.
# Baca Juga :BPBD Kalsel Terjun ke Lokasi Bencana Banjir Tanahlaut, Lakukan Kajian Ini
# Baca Juga :Melihat Kinerja Pemerintah dan Pelayanan Publik, Ombudsman RI Kalsel Datangi Sejumlah SKPD di Kabupaten Tanah Bumbu
# Baca Juga :Tim Asesor Sidak Labkesda Kalsel, Diharapkan Tak Ditemukan Masalah Berat
# Baca Juga :MTQ Nasional XXIX Kalsel, Pemprov Kalsel Gelar Try Out Kafilah
“Kurikulum prototipe merupakan kurikulum berbasis kompetensi yang mendukung pemulihan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran berbasis proyek,” ucapnya di Banjarbaru, Selasa (30/8/2022).
Lanjut Ia menjelaskan, kurikulum prototipe bertujuan untuk memberi ruang yang lebih luas bagi pengembangan karakter dan kompetensi dasar siswa. Lalu, dalam pelaksanaan kurikulum ini ada beberapa karakterisik yang harus diperhatikan sekolah.
“Yaitu sinkronisasi kurikulum dengan dunia usaha, kemudian pembajaran berbasis project based learning, guru magang dan siswa magang, kemudian ada pembelajaran langsung oleh wirausahan atau pengusaha kepada para siswa yang menjadi guru tamu dalam mengenalkan dunia industri, lalu ada kelas industri di dalam sekolah, dan pembelajaran berbasis teaching factory,” ungkapnya.
Untuk model pembelajaran basis teaching factory ini sangat lah berguna bagi para siswa ke depannya.
“Karena model pembelajaran ini mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri,” terangnya.
Pihaknya berharap dengan kurikulum prototipe ini, lulusan SMK di kalsel mampu mandiri untuk bekerja di dunia usaha atau industri.
“Kalaupun mereka tidak bekerja di dalam suatu perusahaan, akan tetapi mereka bisa membuka usahanya dengan modal pembelajaran yang telah diberikan pada saat di sekolah,” pungkasnya.(*/kalimantanlive.com)
editor : NMD
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










