KALIMANTANLIVE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut ada potensi gelombang tinggi 1,25 meter sampai 6 meter yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.
BMKG pun mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi pada 31 Agustus-1 September 2022.
Berdasarkan keterangan resmi BMKG, seperti dikutip di Kompas.com, Rabu (31/8/2022), gelombang tinggi ini disebabkan karena adanya pola angin di wilayah Indonesia bagian utara yang dominan bergerak dari tenggara-barat daya dengan kecepatan angin berkisar 6-15 knot.
# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG Kamis, 25 Agustus: 23 Provinsi Cuaca Ekstrem, Gelombang 4 M di Kalimantan
# Baca Juga :Hari Ini Kalsel Diterpa Hujan, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Kalimantan!
# Baca Juga :Cuaca Ekstrem di Kalsel, Hari Ini, BMKG: 29 Provinsi Berpotensi Hujan Petir dan Angin Kencang
# Baca Juga :BMKG: Waspada 29 Wilayah Termasuk Kalsel Alami Hujan Lebat, Petir dan Angin Kencang Hari Ini
Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 10-25 knot.
Sementara, kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Arafuru mencapai 25 knot.
Wilayah yang berpotensi terjadi gelombang tinggi
Akibat dari pola angin tersebut, menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang yang bervariasi.
BMKG menyebut ada potensi gelombang tinggi 1,25 meter sampai 6 meter yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Berikut rinciannya.
Potensi gelombang setinggi 1,25-2,5 meter
Perairan timur Kep. Simeulue sampai Kep. Mentawai
Selat Bali sampai Lombok bagian utara
Selat Makassar bagian selatan
Laut Banda bagian barat
Perairan selatan P. Timor
Laut Sawu bagian utara
Laut Arafuru
Perairan utara Papua Barat.
Potensi gelombang setinggi 2,5-4,0 meter
Untuk gelombang di kisaran lebih tinggi, yaitu 2,5-4 meter berpeluang terjadi di:
Perairan Barat P. Simeulue
Samudra Hindia Barat Aceh
Perairan barat Aceh
Perairan utara P. Sabang
Perairan Bengkulu
Selat Sumba bagian barat
Perairan P. Sawu
Laut Sawu bagian selatan
Potensi gelombang setinggi 4-6 meter
Sedangkan, untuk gelombang yang sangat tinggi di kisaran 4-6 meter berpeluang terjadi di:
Perairan barat P. Siberut
Perairan barat P. Sipora sampai Pagai
Perairan P. Enggano
Perairan barat Lampung
Selat Sunda bagian barat dan selatan
Teluk Lampung bagian selatan
Perairan selatan Banten
Perairan selatan Sukabumi sampai Cianjur
Perairan selatan Cilacap-Kebumen-Purworejo
Perairan Yogyakarta
Samudera Hindia Barat Kep. Simeulue sampai Kep. Mentawai
Samudra Hindia Barat Lampung
Samudra Hindia Selatan Jawa sampai NTT
Selat Bali-Lombok – Alas bagian selatan
Rekomendasi BMKG
Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.
Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi, seperti:
Perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m).
Kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m).
Kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m).
Kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).
Untuk masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi juga diimbau agar tetap waspada.
Editor : NMD/Kalimantanlive.com







