PALANGKRAYA, KALIMANTANLIVE.COM – Sejumlah warga di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah mengeluhkan naiknya hari kebutuhan popok dalam sepekan ini.
Jenis kebutuhan pokok yang dominan mengalami kenaikan adalah daging ayam ras dan telur ayam, sementara komoditas lain mengalami kenaikan tapi tidak signifikan.
Naiknya harga ini karena minimnya pasokan ayam dan telur yang didatangkan dari luar daerah seperti Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
# Baca Juga :KRONOLOGI Petugas Dishub Palangkaraya Tampar Warga, Alman Pakpahan: Mengaku Wartawan
# Baca Juga :UCI MTB Eliminator World Cup 2022, Atlet Sepeda Dunia Uji Stadion Tuah Pahoe Palangkaraya
# Baca Juga :Penghuni Hotel di Palangkaraya Geger, Pria Bertato Meninggal Tanpa Busana di Kamar
# Baca Juga :TERBAKAR, Santri Peserta Liga Santri yang Menginap di Rumah Betang Palangkaraya Lari Berhamburan
Faktor lainnya disebabkan banyaknya peternak yang mengistirahatkan kandangnya lantaran tingginya harga pakan.
Seperti di Pasar Kahayan Palangka Raya. Di sana, telur ayam ras dijual Rp28 sampai Rp30 ribu per kilogram. Sementara harga normalnya Rp23 ribu per kilogram.
Sementara untuk harga daging ayam ras kini kembali melonjak setelah pada Juni lalu mengalami penurunan harga. Saat itu harganya tembus Rp 50 ribu per kilogram. Sedangkan saat ini harganya berada di kisaran Rp42 ribu per kilogram.
Akibatnya, pedagang terpaksa mengurangi jumlah stok dagangannya untuk menghindari kerugian akibat turunnya daya beli masyarakat.
Seperti yang diungkapkan Rusmini. Pedagang ayam ras ini mengaku mampu menjual daging ayam hingga 50 kg setiap hari saat harga normal. Tapi sejak terjadi kenaikan, ia hanya mampu menjual kurang lebih 20 kg saja.
“Sementara ini tidak berani banyak menyetok karena harganya mahal. Apalagi saya di sini sebagai pengecer. Biasanya harga daging ayam di sini dijual Rp35 ribu per kilonya,” ujarnya kepada apahabar.com, Rabu (31/8/2022) pagi, seperti dikutip di apahabar.com.
Di sisi lain, meski harga daging ayam mengalami lonjakan, tapi itu tidak terlalu berpengaruh dengan sejumlah warung makan di Palangka Raya.
Salah satu pemilik warung makan di Jalan Rajawali mengaku sudah terbiasa dengan naik turunnya harga daging ayam.
“Untuk kami sebagai pedagang warung makan ini, daging ayam sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, berapa pun harganya, ya, mau tidak mau harus dibeli,” katanya yang namanya enggan dipublikasikan.
Ia sendiri tidak memungkiri akibat mahalnya harga daging ayam dan telur ini sangat berpengaruh dengan jumlah keuntungan yang diperoleh asalkan bisa melayani pelanggannya.
Editor : NMD/Kalimantanlive.com







