Bentrok Massa dan Petugas Gabungan Warnai Simulasi Pengamanan Pemilu Serentak 2022 di Banjarmasin

BANJARMASIN, Kalimantanlive.com –  Petugas keamanan gabungan Polresta Banjarmasin menggelar simulasi aksi unjuk rasa dan pengamanan Pemilu Serentak 2024 di Lapangan Kamboja Banjarmasin, Kamis (1/8/2022).

Dalam simulasi, ratusan massa dari tim salah satu pendukung calon mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarmasin.  Lalu, mereka aksi protes karena pasangan calon jagoannya digagalkan oleh KPU.

Suasana pun sempat ricuh sehingga  tim negosiator Polsek Banjarmasin Tengah berhadap-hadapan langsung dengan massa. Kemudian, situasi kembali ricuh saat provokator memanas-manasi massa.

BACA JUGA:
RESMI, KPU Tutup Pendaftaran, Sebanyak 24 Dokumen Parpol Lengkap dan 16 Diperiksa

BACA JUGA:
Monitoring Kesiapan Pemilu 2024 ke Bawaslu Batola, Komisi I DPRD Kalsel Janji Perjuangkan Transportasi Air

Akhirnya terjadilah bentrok antara massa dan petugas. Petugas yang hanya berbekal tameng serta alat pemukul dikerahkan. Tetapi pihak pengamanan tidak berbuah hasil. Massa aksi mengamuk hingga akhirnya Sat Brimob Polda Kalsel menurunkan Unit Barracuda memecah massa.

Bentrok Massa dan Petugas Gabungan warnai simulasi pengamanan Pemilu Serentak 2024 di Kota Banjarmasin, Kamis (1/9/2022). (Kalimantanlive.com/ilham)

Situasi berbalik arah, massa yang awalnya beringas itu akhirnya berlarian setelah kendaraan water canon dari Brimob Polda Kalsel menyemprotkan air bertekanan tinggi ke arah mereka.

Akibatnya, salah satu massa pun terindikasi membawa bahan zat kimia berbahaya bagi tubuh manusia. Hingga akhirnya puncak ditemukan sebuah bom yang akan meledak jika tidak diamankan dengan benar.

Bentrok Massa dan Petugas Gabungan warnai simulasi pengamanan Pemilu Serentak 2024 di Lapangan Kamboja, Banjarmasin, Kamis (1/9/2022). (Kalimantanlive.com/ilham)

Petugas kepolisian Polresta Banjarmasin dan Sat Brimob Polda Kalsel hingga TNI akhirnya bisa menangkap provokator tersebut.

Tak lama setelahnya, bom yang dibawa oleh massa tadi akhirnya diledakkan.

Kejadian ini hanya merupakan bagian dari rangkaian simulasi pengamanan Pemilu Serentak 2024 nanti jika terjadi aksi yang tidak diinginkan.