PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Sudah bertahun-tahun warga Desa Pantaiharapan, Kecamatan Bumimakmur, Kabupaten Tanahlaut (Tala) bermimpi memiliki jalan yang mulus ke desa mereka.
Namun bukannya jalan yang mulus malah akses menuju Desa Pantaiharapan dipenuhi lubang apabila hujan turun sulit dilintasi.
Terlebih , kondisi dua unit jembatan di Desa Benyamuk dan Pendamaran, menuju kampung nelayan yang berada di pesisir laut tersebut juga kurang layak dilalui karena tidak permanen.
# Baca Juga :Banjir di Tanahlaut Mulai Susut, Air Sempat Masuk Rumah Warga, Begini Kondisinya Hari Ini
# Baca Juga :SPAM Banjarbakula Tahap II Suplai Air ke Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Tanahlaut
# Baca Juga :BPBD Kalsel Terjun ke Lokasi Bencana Banjir Tanahlaut, Lakukan Kajian Ini
# Baca Juga :Dinsos Kalsel Gerak Cepat, Kirim Petugas Tagana ke Lokasi Banjir di Asam-Asam Tanahlaut
Seperti dikutip di banjarmasin.tribunnews.com, Senin (5/9/2022), jembatan kayu tersebut juga tak bisa dilintasi mobil.
Padahal dulunya, sekitar tahun 2003, mobil masih bisa melintasi jembatan setempat.
Namun kemudian jembatan itu rusak berat lantaran telah berusia tua dan juga kerap terendam saat air laut pasang besar.
Perbaikan yang dilakukan berupa jembatan gantung pada jembatan Benyamuk sepanjang 50 meter.
Lebarnya tak sampai dua meter.
Pemkab Tala juga berpikir berkali lipat jika ingin memperbaiki badan jalan menuju Pantaiharapan sejauh sekitar empat kilometer dari desa tetangga (Sungairasau) karena biayanya terlampau besar.
Sekadar diketahui badan jalan tersebut berada pada kawasan rawa yang selalu tenggelam ketika air laut pasang besar tiap dua pekan.
Pemkab Tala kemudian memilih membangun badan jalan baru (tidak melintasi Sungairasau) sepanjang sekitar tujuh kilometer.
Baru sekitar lima kilometer yang telah terbangun dan masih diperlukan pelanjutan kembali untuk menjangkau Pantaiharapan.
Kades Pantaiharapan Sayuti ketika dikonfirmasi mengatakan warga di kampungnya teramat mendambakan akses jalan yang nyaman dilintasi.
Dikatakannya saat ini jalan poros menuju kampungnya masih tetap compang-camping seperti dulu.
Jembatan yang ada juga tak memungkinkan dilewati kendaraan roda empat.
“Jadi bagi yang punya mobil, parkirnya ya terpaksa dititipkan di kampung tetangga di Sungairasau,” sebut Sayuti.
Pihaknya sangat berterima kasih kepada Pemkab Tala yang mulai membuka badan jalan baru dari permukiman tembus ke jalan poros di sekitar PT STI.
“Masih sekitar dua kilometer lagi yang belum terbangun perintisan badan jalannya. Semoga dapat segera dilanjutkan,” harapnya.
Jalan baru tersebut dikatakannya menajdi harapan baru 267 KK (80-an jiwa) warganya.
Pasalnya badan jalan baru tersebut terhindar dari luapan pasang besar air laut.
“Lebar jalannya sekitar tujuh meter, jadi nanti akan nyaman dilewati mobil,” tandas Sayuti.
Editor : NMD/Kalimantanlive.com










