PENIKAMAN Paling Mematikan di Kanada, 10 Tewas & Belasan Luka di Saskatchewan, Pelaku 2 Bersaudara

KALIMANTANLIVE.COM – Sepuluh orang dilaporkan tewas dan belasan lainnya luka-luka usai menjadi korban penikaman di dua komunitas terpencil di Kanada.

Pihak kepolisian setempat kini tengah memburu para pelaku.

Seperti dilansir AFP, Senin (5/9/2022), penikaman massal itu terjadi di 13 lokasi di komunitas James Smith Cree Nation dan Weldon, Saskatchewan, Kanada. Dari 13 lokasi tersebut, dilaporkan sebanyak 10 orang tewas.

# Baca Juga :BEREDAR Animasi Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo Datang Tenteng Pistol

# Baca Juga :REKONSTRUKSI di Rumah Ferdy Sambo, Polri Bakal Hadirkan Semua Tersangka Pembunuh Brigadir J

# Baca Juga :Lulusan Akpol Terbaik Ini Ikut Dicopot karena Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J

# Baca Juga :Kapolri Listyo Sigit Tiba di DPR untuk Jelaskan Pembunuhan Brigadir J dengan Tersangka Ferdy Sambo

Royal Canadian Mounted Police juga melaporkan penikaman terjadi di 13 tempat berbeda di Saskatchewan.

Asisten Komisioner Rhonda Blackmore mengatakan beberapa korban penikaman sudah menjadi target pelaku. Sementara itu, pelaku menikam sebagian korban lainnya secara acak.

“Ini tentunya insiden yang sangat signifikan bahkan mungkin yang terbesar yang pernah kami catat dalam beberapa tahun terakhir,” kata Blackmore.

Blackmore mengatakan penikaman pertama terjadi sekitar Minggu pagi pukul 05.40 waktu setempat. Polisi mendapati sejumlah laporan penikaman beberapa menit usai kejadian.

Pihak berwenang telah mengidentifikasi dua tersangka atas nama Damien Sanderson dan Myles Sanderson. Saat ini keduanya masih buron.

Warga setempat diminta untuk berhati-hati dan menghindari kerumunan sementara waktu sampai pelaku ditemukan.

Sanderson bersaudara diyakini bepergian memakai Nissan Rogue dengan plat nomor Saskatchewan.

Dalam sebuah pesan kepada kedua tersangka, Blackmore berkata, “Jika Damien dan Myles mendengarkan atau menerima informasi ini, saya akan meminta mereka segera menyerahkan diri menjadi polisi.”

“Duka kami terhadap para korban yang meninggal dan terluka, keluarga, teman, dan komunitas mereka. Sungguh mengerikan apa yang terjadi di provinsi kami hari ini,” lanjutnya seperti dikutip CNN.

Insiden kekerasan hari Minggu ini menyebabkan pihak berwenang memperketat pengamanan di pertandingan sepak bola Saskatchewan Roughriders Kanada, kata tim itu dalam sebuah pernyataan tweet.

“Akibatnya, anggota penegak hukum tambahan telah dikerahkan di Stadion Mosaic dan daerah sekitarnya,” bunyi pernyataan itu.

“Klub mengoperasikan pusat komando terpusat pada hari pertandingan yang memungkinkan koneksi langsung ke layanan darurat lokal dan kemampuan untuk menerima informasi hingga menit ketika terjadi keadaan darurat apa pun.”

Editor : NMD/Kalimantanlive.com