JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Keputusan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diumumkan pemerintah, memicu aksi penolakan di sejumlah daerah di Indonesia.
Sejumlah mahasiswa menggelar unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM Solar, Pertalite dan Pertamax.
Gelombang penolakan terhadap kenaikan harga BBM masih terus terjadi. Sejumlah elemen masyarakat berdemonstrasi untuk memprotes kebijakan pemerintah yang dinggap menyengsarakan tersebut.
# Baca Juga :Polemik Kenaikan Harga BBM, Kapolresta Banjarmasin Ajak Forum Ojek Online Mitra Polri Jaga Situasi Kamtibmas
# Baca Juga :Kenaikan Harga BBM di Banjarmasin, Warga: Mau Tidak Mau Harus Beli Pertalite Rp 10 Ribu Per Liter
# Baca Juga :DEMO Besar-besaran Selasa Depan, Protes Kenaikan BBM dan Upah Buruh
# Baca Juga :HARGA BBM Naik, Sejumlah SPBU Tutup, Ada Apa Ya?
Info terbaru, massa dari kelompok buruh berencana melaksanakan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI Jakarta Pusat pada hari ini, Selasa (6/9/2022).
Sehari sebelumnya, yakni pada Senin (5/9/2022), aksi demonstrasi juga berlangsung di sejumlah titik di DKI Jakarta.
Dua di antaranya di depan Gedung DPR/MPR RI dan kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya.
Demonstrasi itu digelar oleh sejumlah organisasi mahasiswa dengan membawa tuntutan yang sama, yakni menolak kenaikan harga BBM.
Mahasiswa datangi DPR/MPR RI
Massa aksi dari kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Milenial berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI.
Massa berasal dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
Mereka mendatangi Kompleks Parlemen sambil membawa bendera dan langsung memasang spanduk bertulisan penolakan kenaikan harga BBM.
“Jokowi turun atau BBM turun,” demikian tulisan dalam spanduk yang dipasang massa aksi.
Spanduk itu dipasang di depan gerbang utama Gedung DPR/MPR RI dan tembok pembatas Tol Dalam Kota.







