Respons ‘Santai’ Presiden soal Gelombang Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Jokowi: Silakan!

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Selain mahasiswa, unjuk rasa juga bakal digelar oleh kelompok buruh pada hari ini, Selasa (6/9/2022).

Gelombang unjuk rasa yang terjadi di seluruh Indonesia ini sebagai imbas kenaikan harga Bahan Bakal Minyak (BBM) pada akhir pekan lalu.

Namun, Presiden Joko Widodo alias Jokowi menanggapi santai dan mempersilakan masyarakat yang hendak menyampaikan pendapat terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

# Baca Juga :Tolak Kenaikan Harga BBM, Hari Ini Ratusan Mahasiswa PMII Kalsel Demo ke DPRD Kalimantan Selatan

# Baca Juga :Harga BBM Naik, Motoritas Kelotok Wisata di Banjarmasin Minta Pemerintah Membantu

# Baca Juga :DEMO BERLANJUT, Hari Ini Giliran Buruh Turun ke Jalan Tolak Kenaikan BBM, Kemarin Mahasiswa

# Baca Juga :Polemik Kenaikan Harga BBM, Kapolresta Banjarmasin Ajak Forum Ojek Online Mitra Polri Jaga Situasi Kamtibmas

Namun demikian, Jokowi meminta agar masyarakat dapat menyampaikan pendapat itu dengan baik.

“Ya ini kan negara demokrasi. Sampaikan dengan cara-cara yang baik ya,” ujar Jokowi singkat usai berkegiatan dengan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (5/9/2022) malam.

Sejak kemarin, unjuk rasa telah digelar di sejumlah daerah untuk menolak kenaikan harga BBM bersubsidi.

Di Jakarta, misalnya, unjuk rasa dilakukan oleh kelompok mahasiswa yang berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jakarta Selatan.

Dalam demo yang dilangsungkan di kawasan Patung Kuda atau Patung Arjuna Wijaya di Jakarta Pusat pada Senin siang, mahasiswa menuntut agar pemerintah merevisi kebijakan tersebut.

Selain itu, mereka juga meminta agar Presiden mencopot sejumlah anak buahnya. Mereka adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrin, dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

“Terakhir, kami mengajak kepada mahasiswa, pemuda dan seluruh elemen masyarakat untuk terus menyuarakan tolak kenaikan harga BBM bersubsidi,” Koordinator aksi HMI cabang Jakarta Selatan Jundil Waemase.

Unjuk rasa pun berakhir ricuh setelah massa mencoba untuk menerobos kawat berduri yang dipasang di Jalan Medan Merdeka untuk masuk ke kawasan Istana Merdeka. Aksi saling dorong antara aparat keamanan yang berjaga dengan mahasiswa tak dapat terelakan.

Beberapa mahasiswa juga melempari polisi dengan botol air kemasan sembari meneriakkan “Revolusi, Revolusi, Revolusi”. Tak hanya itu, unjuk rasa juga diwarnai aksi bakar ban yang membuat asap hitam mengepul di sekitar lokasi.