Ditanya awak media, terkait mafia yang dimaksudnya. Ia menjawab, mafia itu seperti banyaknya pertambangan ilegal.
“Mafia itu, pertambangan ilegal, perusahaan ilegal. Seperti penimbun kita dorong kepada pemerintah dan pihak berwajib,” jelasnya.
Selain itu, kenaikan BBM Subsidi, pengawalan lain juga dilakukan pada penyaluran dikalangan BLT yang tidak tetap sasaran.
BACA JUGA :
Imbas Kenaikan Harga BBM, Disdag Kalsel Terus Pantau Kenaikan Harga Bahan Pokok
“Ke depannya ini juga harus dipertegas. Alasan pemerintah itu hanya jangka pendek saja, namun dampak dari BBM ini justru jangka panjang, transportasi naik, mengalihkan isu. BLT ini hanya berapa tahap saja,” katanya.
Ia menegaskan, dalam satu bulan ini pihaknya akan mengawal agar BBM bisa benar-benar turun dalam bulan ini.
“Jika tidak turun dalam bulan ini, kami akan aksi lagi. Maka September ini kami akan seluruh komponen mahasiswa dari PMI Kalsel,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa aksi kali ini pihaknya telah merasa puas dengan jawaban wakil rakyat yang menemui mereka dengan memberikan komitmen yang ada.
“Tadi Alhamdulillah, dewan yang mewakili sudah berkomitmen menerima aksi kita, namun tetap harus kita kawal. Apa yang kita sudah kita sampaikan harus disampaikan ke dewan lainnya secara kolektif,” tutur Ketua PMII Kalsel.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa menuntut harga kenaikan BBM Subsidi di DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Selasa (6/9/2022) siang.







