“Pertama, Pendapatan Daerah dianggarkan dengan proyeksi sebesar Rp7,494 triliun naik sebesar Rp1,2 triliun atau 19 persen dari Target Pendapatan pada APBD Murni sebesar Rp6,278 triliun.
Kedua, Belanja Daerah dianggarkan sebesar Rp7,765 triliun naik sebesar Rp1,5 triliun atau 24 persen dari Belanja Daerah, yang dianggarkan pada APBD Murni sebesar Rp6,2 triliun.
BACA JUGA: Sekda Tanah Bumbu Ambo Sakka Sampaikan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2023 di Paripurna DPRD Tanbu
Ketiga, pada posisi Penerimaan Pembiayaan, yaitu pada jenis Pembiayaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya, dianggarkan sebesar Rp424,8 miliar naik sebesar Rp374,8 miliar atau 750 persen dari Penerimaan Pembiayaan yang dianggarkan pada APBD Murni sebesar Rp50 miliar.
Keempat, Pengeluaran Pembiayaan dianggarkan sebesar Rp153,6 miliar naik sebesar Rp68,6 miliar atau 81 persen dari Pengeluaran Pembiayaan yang dianggarkan pada APBD Murni sebesar Rp85 miliar.”
Paman Birin menjelaskan komposisi perubahan APBD Kalsel Tahun Anggaran 2022, permasalahan kesehatan dan sosial bisa ditangani dengan baik dan peningkatan layanan kesehatan.
Demikian pula, ujarnya, penekanan dampak sosial, seperti kemiskinan dan pengangguran secara maksimal serta berkelanjutan.
“Perubahan APBD Kalsel Tahun Anggaran 2022, mudah-mudahan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan pembangunan di Kalsel,” katanya.







