Jumlah Korban Bertembah, Pelaku Penganiayaan Santri Gontor Bak Misteri, Hari Ini Jasad AM Diautopsi

PONOROGO, KALIMANTANLIVE.COM – Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo mengungkapkan motif terduga pelaku menganiaya santri Pondok Gontor berinisial AM hingga tewas karena kesalahpahaman.

Catur Cahyono Wibowo menyebut pihaknya juga sudah mengantungi terduga penganiaya AM (17), hingga tewas. Penyelidik juga mulai menemukan titik terang terkait motif para terduga pelaku menganiaya korban.

Kasus penganiayaan santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) terus diselidiki pihak kepolisian. Ternyata korban lebih dari satu.

# Baca Juga :Kematian Brigadir J Diduga karena Penganiayaan dan Pembunuhan, Keluarga Ungkapkan Fakta Baru

# Baca Juga :Diduga Alami Penganiayaan, dalam Kurun Satu Tahun 18 WNI Tewas di Tahanan Imigrasi Malaysia yang Digambarkan Seperti Neraka

# Baca Juga :Pasutri Tewas di Rumah Dukun di Sulsel, Warga Ngamuk Lakukan Penganiayaan Pakai Sajam hingga Keluarkan Pistol

# Baca Juga :Ayu Thalia Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik Anak Ahok, Usai Polisi Hentikan Kasus Penganiayaan Nicholas Sean

Namun, pelaku penganiayaan santri Gontor bak misteri karena sampai saat ini polisi belum mengumumkan nama terduga pelaku.

Lantas, kapan sosok pelaku penganiayaan santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dibongkar?

Tak Hanya 1 Korban

Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo mengatakan korban penganiayaan santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tak hanya 1 orang.

Selain AM, remaja asal Palembang yang meninggal, ada 2 orang lagi yang jadi korban.

Jadi, jumlah total ada tiga santri yang menjadi korban dalam kasus penganiyaan santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG).

“Total ada tiga orang korban, satu Meninggal Dunia, dua sehat dan sudah mengikuti kegiatan belajar mengajar, seperti biasa,” kata Catur, Rabu (7/9/2022).

Lebih lanjut, hingga kini Polres Ponorogo telah mengamankan lima barang bukti.

Polisi Kirimkan Tim ke Palembang, Jasad AM, Santri Gontor yang Tewas Akan Diautopsi

Dalam kesempatan itu, Polres Ponorogo disebut Catur mengatakan telah mengirimkan tim ke Palembang, Sumatera Selatan, ke rumah korban AM.

Tim yang berangkat berjumlah 20 personil dan dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Nikolas Bagas Yudi Kurnia.

“Ada tim khusus yang kami bentuk dari awal mula informasi ini muncul, serta dibantu komunikasi dengan Polda agar bekerja cepat dan koordinir, serta kolaborasi, koordinasi, komunikasi berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Tim tersebut dibagi tugas, mulai tahap penyelidikan, penyidikan termasuk dibagi lagi untuk berangkat ke Palembang.

“Tim yang ke Palembang akan berkoordinasi dengan keluarga korban untuk pelaksanaan autopsi maupun pengambilan BAP,” jelas Catur.

Sosok Pelaku Masih Misteri, Mengapa Tak Segera Dibuka ke Publik?

Sosok pelaku penganiyaan bak misteri

Polres Ponorogo enggan gegabah melakukan penetapan tersangka dalam kasus penganiyaan hingga berujung kematian santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo.

Padahal Polres Ponorogo telah menghimpun sejumlah alat bukti, baik itu barang bukti dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), rekaman video CCTV, hingga keterangan sejumlah saksi termasuk keterangan dua korban penganiayaan.

Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo mengatakan dalam setiap langkahnya, kepolisian harus menggunakan legal standing yang sah dan pro justitia.

“Kita gunakan tahapan yang sudah ada diakui oleh KUHAP dan harus kita penuhi secara formil dan materil,” kata Catur, Rabu (7/9/2022).

Catur juga tidak menampik hasil autopsi jenazah santri AM bisa menjadi penentu untuk segera melakukan penetapan tersangka.

“Hasil autopsi bisa saja, nanti akan kita sampaikan lebih lanjut, tapi bukan hanya autopsi saja, kita harus penuhi syarat formil dan materil,” kata Catur.