KALIMANTANLIVE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem untuk hari ini, Kamis (8/9/2022).
BMKG mencatat ada 24 provinsi yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Di Kalimantan Selatan (Kalsel) BMKG memberi peringatan: “Waspada hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang”.
# Baca Juga :Peringatan Dini Cuaca Indonesia Rabu 7 September 2022, BMKG: Banjarmasin Sore Hujan Petir
# Baca Juga :Cuaca Kalsel Hari Ini, Selasa 6 September 2022, BMKG: 22 Provinsi Hujan Lebat Disertai Petir
# Baca Juga :BMKG Sebut 22 Provinsi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang, Begini Kondisi Cuaca di Kalsel
# Baca Juga :Peringatan Dini Cuaca, Hari Ini BMKG: 28 Provinsi Hujan Lebat, Petir & Angin Kencang, Kondisi Kalsel?
BMKG memantau kondisi cuaca di Kalsel menyatakan hujan yang mengguyur bakal terjadi pada sore atau dini hari.
Warga Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Tabalong, Balangan dan Kotabaru diminta BMKG untuk waspada.
Terlebih Kotabaru, Barabai (Hulu Sungai Tengah), Kandangan (Hulu Sungai Selatan) serta Paringin (Balangan), warga meminta waspada karena ada hujan berpetir.
Sementara itu secara nasional, seperti dikutip di tribunnews.com, BMKG mencatat ada 24 wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Daerah tersebut di antaranya Jawa Lampung, Banten, Jawa Barat, NTT, dan Kalimantan Utara.
BMKG menjelaskan, Bibit Siklon Tropis 91W terpantau di Samudra Pasifik timur laut Filipina dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot dan tekanan udara minimum 1007.2 mb.
Sistem ini bergerak ke arah selatan barat daya dengan potensi untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada pada kategori tinggi.
Sirkulasi Siklonik terpantau di Kalimantan bagian barat yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Kalimantan Barat hingga perairan barat Kalimantan Barat.
Kemudian dari perairan selatan Kalimantan Tengah hingga Selat Karimata, dan di Laut Natuna.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah bibit siklon tropis/sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.










