JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Saat menjalani pemeriksaan lie detector, Bharada E mengungkap siapa penembak terakhir Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Sehingga muncul dugaan istri Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi ikut menembak Brigadir J.
Dugaan itu disampaikan pihak Komnas HAM mengungkap dugaan baru terkait penembakan Duren Tiga yang menewaskan Brigadir Yosua.
Mendapat tudingan itu, kubu Putri Chandrawathi pun akhirnya angkat bicara.
# Baca Juga :Wakil Wali Kota Menutup Turnamen Bola Voli Piala Kemerdekaan se-Banjarbaru
# Baca Juga :Heboh Video Seorang Lelaki Berjalan di Atas Air, Direkam dari Dermaga di Banjarmasin
# Baca Juga :Gelar Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM, Ketua IMM Kota Banjarmasin: APBN Bocor, Rakyat Subsidi Pemerintah
# Baca Juga :STRATEGI Ferdy Sambo Ulur-ulur Waktu, Ajukan Banding Usai Dipecat, Kapolri Sebut Itu Hak
Melalui kuasa hukum Putri Chandrawathi, Arman Hanis membantah kliennya ikut menembak Brigadir J.
Menurut Arman Hanis dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tak melakukan penembakan.
Keterangan tersangka dan alat bukti yang ada juga tidak menyebut Putri Candrawathi ikut menembak Brigadir J.
Terpisah, saat menjalani pemeriksaan lie detector, Bharada E mengungkap siapa penembak terakhir Brigadir J.
Bharada E sendiri mengakui dia adalah penembak pertama.
Pengacara Putri Candrawathi Bantah Dugaan Komnas HAM soal PC Ikut Tembak Brigadir J
Arman Hanis, pengacara keluarga Irjen Ferdy Sambo, membantah adanya dugaan penembakan yang dilakukan oleh Ferdy Sambo ataupun sang istri, Putri Candrawathi terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Bantahan tersebut disampaikan Arman menanggapi pernyataan Komnas HAM bahwa Putri juga melakukan penembakan kepada Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
“Kami jelas membantah dugaan tersebut,” ujar Arman dikutip dari Kompas.com, Minggu (11/9/2022).
Arman menegaskan bahwa terpampang jelas dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J bahwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tak melakukan penembakan.
Selain itu, keterangan tersangka dan alat bukti yang ada juga tidak menyebut Putri Candrawathi ikut menembak Brigadir J.
“Hal itu juga jelas terlihat pada saat rekonstruksi.”
“Klien kami atau Pak FS juga tidak menembak,” lanjut Arman.
Meskipun berdasarkan video animasi resmi Polri, Sambo ditampilkan menembak Brigadir J usai Bharada Richard Eliezer alias Bharada E.
Kesaksian Bharada E saat Uji Kebohongan Ungkap Penembak Brigadir J
Bharada E alias Richard Eliezer mengungkap orang terakhir menembak Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat adalah Ferdy Sambo.
Kesaksian Bharada E itu disampaikan saat menjalani pemeriksaan uji kebohongan menggunkan lie detector atau alat pendeteksi kebohongan.
Demikian disampakan Ronny Talapessy, kuasa hukum Bharada E, saat seperti dikutip di Tribunnews.com.
Ia menjelaskan bahwa kliennya sebagai pihak pertama yang menembak Yosua sebanyak beberapa kali.
Penjelasan itu juga diungkapkan Bharada E saat rekonstruksi di TKP Duren Tiga, Rabu (30/8/2022).
“Pemeriksaan lie detector yang ditanyakan ke klien saya terkait dengan peristiwa di Duren Tiga, salah satu poin krusial adalah siapa saja yang menembak J. Klien saya menjawab, ‘saya pertama dan FS yang menembak terakhir’,” ujarnya Ronny.









