Hingga saat ini, sejumlah massa masih menggelar orasi di demo di tengah aksi yang dikawal ketat oleh aparat kepolisian dari Polresta Banjarmasin dan jajaran Polda Kalsel.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kalsel Hasanuddin Murad mengatakan pihaknya mengapresiasi mahasiswa menyuarakan kepentingan masyarakat untuk menolak kenaikan harga BBM.
“Kami mengapresiasi apa yang disampaikan adik-adik mahasiswa menyampaikan aspirasi mengenai kenaikan harga BBM, dan kami setuju karena apa yang disampaikan untuk kepentingan masyarakat,” katanya usai menghadapi mahasiswa.
BACA JUGA :
DEMO BERLANJUT, Hari Ini Giliran Buruh Turun ke Jalan Tolak Kenaikan BBM, Kemarin Mahasiswa
Namun, persoalannya, kata Hasanuddin Murad, massa BEM menuntut hanya ingin bertemu Ketua DPRD Kalsel, padahal sudah dijelaskan ketua dewan secara pribadi tidak bisa mengambil keputusan karena keputusan diambil secara kolektif.
“Mahasiswa tahunya yang mengetok keputusan ketua, padahal ketemu ketua juga sama saja, tidak bisa mengambil keputusan,” ujarnya.
Hasanuddin mengatakan, besok telah diagendakan Rapat Dengar Pendapat dengan stake holder mengenai kenaikan harga BBM di DPRD Kalsel, dengan mengundang dinas terkait termasuk, Pertamina serta adik-adik mahasiswa hingga pihak ojek online atau ojol.
“besok silahkan bicara sampaikan aspirasi seluruh pihak terkait kenaikan harga BBM untuk mencari solusi terbaik. Apa saja hasil RDP akan dijadikan rekomendasi yang nantinya kami sampaikan ke Pusat,” jelasnya.
Kalimantanlive.com/Ilham
Editor : Elpian







