FAKTA Mengagetkan Kebakaran di Kampung Melayu Banjarmasin, dari Teriakan Minta Tolong hingga Suara Ledakan

Ada Teriakan Minta Tolong

Masin menurut Samhadi, sebelumnya ia mengaku mendengar teriakan anak buahnya dari lantai satu.

“Kakak, tolong, kakak, cepat turun,” tirunya mengenai teriakan dari lantai bawah tempat usahanya.

Tapi, Samhadi masih belum sadar bahwa api yang awalnya kecil tadi mulai membesar.

Setelah melihat kembali ke arah seberang jalan, masih sambil memasang sarung, mendegarlah suara dentuman yang cukup keras.

“Seperti petasan yang sering dimainkan anak-anak. Api membesar, lalu langsung menjilat bangunan mabel yang ada di dekat titik api. Suara dentuman itu terdengar beberapa kali,” lanjutnya.

Setelah itu, Samhadi sempat terdiam kagum, karena tak percaya tiba-tiba api yang kecil menjadi musibah.

“Seperti kilatan petir, cepat sekali api menjalar,” tukasnya.

Terdengar Beberapa Ledakan

Faisal, warga Belitung Darat, Banjarmasin mengaku, melihat api kecil dari mebel tersebut.

Beberapa menit kemudian, bunyi seperti suara ledakan terdengar bersamaan api mulai membesar.

“Saat saya makan, saya melihat api kecil dari mebel tersebut. Saya pikir ada orang bakar sampah. Lalu beberapa menit kemudian, terdengar ledakan dan api membesar,” ucap Faisal seperti dikutip di Banjarmasinpost.co.id

Faisal menduga, api cepat membesar lantaran bangunan toko mebel itu berkonstruksi kayu.

“Mungkin cepat menyebar karena bangunan tersebut terbuat dari kayu dan yang dijual pun perabotan dari kayu,” katanya.

Mobil Meleleh

Sebuah mobil mengalami rusak akibat terkena panasnya api yang membakar 3 ruko mebel dan satu kios ponsel, Senin (12/9/2022) sekitar pukul 20.20 Wita.

Lampu belakang mobil berwarna putih itu sampai meleleh akibat terkena hawa panas kebakaran

Mobil itu Nonong, pemilik usaha komputer yang berada di ruko dua pintu tiga lantai yang persis berada di samping lokasi kebakaran.

“Lampu belakang sebelah kiri, sama juga talang air di atas pintu sebelah kiri, meleleh akibat hawa panas saat terjadi kebakaran,” ucap Nonong saat baru keluar dari dalam ruko.

Padahal, lanjut dia, jaraknya sekitar delapan sampai 10 meteran dari api. Namun, hawa panasnya ternyata telah melelehkan lampu mobil.