“Kami dari anggota masyarakat yang perlu juga diperhatikan, efek kenaikan BBM ini, terhimpit dari kondisi yang sedang kami hadapi. Karena tarif taksi online saat ini sangat tidak wajar,” ujarnya.
Pada agenda rapat nantinya, dirinya mengharapkan agar pihak dewan bisa mengeluarkan kebijakan kepada aplikasi yang bergerak di Kota Banjarmasin bisa menyesuaikan tarif.
“Sesuai dengan kondisi di lapangan, karena kami juga ingin merasakan perhatian dari pemerintah, untuk melangsungkan kehidupan kami,” tutur Agus.
Kalimantanlive.com/Ilham
Editor : elpian







