“Kita minta kalau perlu kita tuntut saja, untuk mundur dari anggota dewan, forum ini sangat penting dan sakral sekali, memperjuangkan rakyat Kalsel, tetapi nyatanya mereka tidak ada yang berhadir. Ini penghianatan, suruh mundur saja,” katanya.
Menurutnya, pihaknya telah sepakat untuk menolak kenaikan BBM ini ,tetapi kita garis bawahi sangat perlu dan penting untuk memberantas mafia BBM.
BACA JUGA :
Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa BEM Se-Kalsel Ngotot Minta Ketua DPRD Kalsel H Supian HK Didatangkan
“Kita meminta penambahan kuota BBM, tetapi mafia masih banyak berkeliaran, sama saja kita memperkaya mereka seperti pepatah yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin,” jelasnya.
Ia minta penegasan pemerintah dan kepolisian agar bisa menindak tegas untuk memberantas mafia migas ini.
“Libatkan warga Kalsel untuk menjadi satgas agar bisa mengawasi penyaluran BBM dan membantu memberantas mafia migas,” tuturnya.
Kelompok Pemerhati Hukum, Aliansyah juga mengungkapkan hal sama, bahwa pendistribusian BBM perlu dibenahi agar tepat sasaran.
“Tata pengelolaan di Kalsel ini buruk sekali, bagaimana kita bisa mengatur harga bahan pokok, pengelolaan minyak tidak teratur sehingga terjadi kelangkaan dan kenaikan harga BBM, ini pasti ada mafia migas yang bermain di dalamnya, ” ungkapnya.
Hal itu ia nilai, bahwa banyaknya SPBU di Kalsel ini adalah milik pertambangan.
“Apalagi 50 persen SPBU di Kalsel ini milik pertambangan. Seharusnya solar itu rakyat, tetapi digunakan untuk tambang, ini yang harus kita awasi bersama,” jelas Aliansyah.







