Perda Penambahan Penyertaan Modal Diketok, Dirut Bank Kalsel Hanawijaya Optimistis MIM Rp 3 Triliun di 2024 Sesuai Skenario

Penambahan penyertaan modal berupa uang Rp. 155.886.750.000 dilaksanakan selama 3 tahun yaitu melalui APBD Tahun Anggaran 2022 sampai dengan Tahun Anggaran 2024.

Penambahan penyertaan modal Tahun 2022 sebesar Rp. 45.561.250.000, Tahun 2022 Rp. 52.837.000.000 dan Tahun 2024 Rp. 57.488.500.000.

Dengan adanya persetujuan DPRD Kalsel, maka penyertaan penambahan modal dari Pemrov Kalsel untuk Bank Kalsel sudah bisa dilaksanakan mulai tahun anggaran 2022.

BACA JUGA :
Paripurna Pengesahan Raperda Penambahan Penyertaan Modal Pemprov Kalsel ke Bank Kalsel Kembali Tertunda

Rapat Paripurna DRPD dengan agenda pengambilan keputusan terhadap empat Raperda Provinsi Kalsel dipimpin Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, dihadiri Gubernur Kalsel H Sabirin Noor, Pansus Raperda, Komisi-komisi, jajaran Bank Kalsel, Forkompinda Kalsel dan undangan lainnya.

Gubernur Sahbirin juga mengharapkan penambahan penyertaan modal pemerintah daerah kepada PT Bank Pembangunan Daerah Kalsel dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan pertumbuhan ekonomi, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah Kalsel.

“Melalui Raperda ini diharapkan sebagai bagian dari upaya penguatan struktur, ketahanan, dan daya saing bagi Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan yang mampu menghadapi tantangan, dan tuntutan inovasi produk serta layanan berbasis teknologi yang mampu menjawab tantangan ekonomi global, sehingga pada akhirnya dapat mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.