2 Pemuda Terduga Bjorka yang Dimaksud Mahfud Meragukan, Natizen: Korban Salah Tangkap Lagi

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Mabes Polri setidaknya memeriksa dua pemuda yang muncul yang diduga sebagai hacker Bjorka.

Sebelumnya Mabes Polri mengaku telah memeriksa seorang pemuda asal Madiun dan Cirebon, Jawa Timur yang diduga merupakan sosok dibalik hacker Bjorka.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan pemeriksaan itu dilakukan oleh penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Ia juga memastikan pemeriksaan yang dilakukan statusnya masih sebagai saksi.

# Baca Juga :Profil Remaja Cirebon yang Dituduh Bjorka, Muhammad Said Fikriansyah: Saya Bukan Hacker

# Baca Juga :Puluhan Juta Data Pelanggan Indihome dan PLN Diduga Bocor, Pemerintah Lakukan Ini

# Baca Juga :Profil Remaja Cirebon yang Dituduh Bjorka, Muhammad Said Fikriansyah: Saya Bukan Hacker

# Baca Juga :Bahan Pokok dan Pasar Murah Diyakini Bisa Kendalikan Inflasi Kalsel

Namun, tanda-tanda dari keduanya sebagai Bjorka hingga kini dianggap meragukan.

Lalu siapakah sosok yang dimaksud oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD?

Sebelumnya, Bjorka yang memiliki sejumlah rekam jejak pembocoran data yang diduga didapat dari sistem korporasi hingga pemerintah dalam dua bulan terakhir, memang menyita perhatian rakyat hingga pejabat.

Mahfud MD menyatakan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri sudah mengidentifikasi Bjorka.

“Kita terus menyelidiki karena sampai sekarang ini memang gambaran pelakunya sudah teridentifikasi dengan baik oleh BIN dan Polri, tetapi belum bisa diumumkan,” kata dia, Rabu (14/9/2022) seperti dikutip di CNNIndonesia.com.

Tak jauh dari pernyataan itu, dua pemuda kemudian menjadi terduga sosok Bjorka.

Simak rinciannya di sini:

Remaja Cirebon

SF (17) awalnya dituding oleh sebuah akun anonim di Instagram @volt_anonym dengan dalih berbagai jejak digital serta kesamaan dokumen yang bocor.

Dia, yang merupakan warga Kecamatan Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat, mengaku kaget dengan tudingan itu. SF mengaku tidak punya pendidikan atau keahlian sebagai hacker. Saat ini, dirinya tengah menempuh pendidikan paket C untuk belajar sunting video.

Pihaknya pun mengaku sudah menghubungi Polres Cirebon Kota untuk meminta pendampingan untuk menyampaikan klarifikasi atas informasi yang mendiskreditkan namanya.