Banjir di Bantaran Sungai Palangkaraya, Warga Berharap Pemerintah Turun Tangan

ALANGKARAYA, KALIMANTANLIVE.COM – Banjir yang melanda rumah warga di bantaran sungai di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah sudah berjalan 4 hari.

Meski sudah berhari-hari terdampak banjir, namun warga mengaku belum mendapatkan bantuan pemerintah setempat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangkaraya merilis data terbaru kondisi banjir, tercatat ada 1.032 warga terdampak banjir kiriman dan hujan lebat akhir-akhir ini.

# Baca Juga :Banjir Landa HST, Air Menggenangi Sebagian Jalan Utama dan Rumah Penduduk di Kota Barabai

# Baca Juga :BPBD Tanah Bumbu dan Warga Gotong Royong Perbaiki Oprit Jembatan Rusak Akibat Banjir di Angsana

# Baca Juga :UPDATE Banjir Parah di Pakistan, Provinsi Sindh Seluas 100 Km Jadi Danau

# Baca Juga :Wali Kota Banjarbaru Ringankan Beban Warga Terdampak Banjir, Serahkan Bantuan Beras CPP

Terdiri dari 3 Kelurahan Langkai 141 jiwa, Tanjung Pinang 469 dan Bukit Tunggal 422 jiwa. Rerata fasilitas umum yang terdampak banjir adalah jalan lingkungan terendam air dan ada beberapa masuk ke rumah warga.

“Penyebab banjir ini adalah hujan beberapa hari lalu dengan instesitas yang cukup, juga turunnya air dari hulu ke hilir dari Kabupaten Gunung Mas, sehingga menyebabkan debit air bertambah tinggi,” kata Kepala BPBD Palangkaraya, Emi Abriyani, Kamis (15/9/2022).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tjilik Riwut, Palangkaraya juga telah memperkirakan hujan intensitas lebat dalam beeberapa hari ke depan.

Sehingga Emi Abriyani meminta kepada masyarakat Kota Cantik agar tetap waspada dan berjaga-jaga akan dampak yang ditimbulkan, seperti banjir, pohon tumbang, hingga luapan sungai.

“Kita harus waspada, ternyata daerah hulu pun juga hujan. Jadi siaga inilah yang harus diutamakan,” tegasnya, seperti dikutip di banjarmasin.tribunnews.com.

Naiknya debit air tersebut menurut warga jalan Anoi, bernama Elin, cukup menggangu aktifitas sehari-seharinya. Namun untuk kelistrikan dan jaringan disebutnya masih normal.

“Banjirnya sudah 4 hari yang lalu, ketinggiannya saat ini sekitar selutut orang dewasa. Kalau banjirnya sendiri ini sudah 3 kali. Terkahir bulan Agustus tahun lalu,” ujar Elin.

Kendati demikian, dia mengaku masih belum menerima bantuan dari pemerintah. Dan berharap pemerintah setempat agar memperhatikan warga yang wilayahnya tergenang air dan memberi bantuan.

“Kalau bisa agar lebih diperhatikan Untuk warga yang (tempatanya) tergenang air, Untuk saat ini (bantuan) belum ada,” jelasnya.

Editor : NMD/Kalimantanlive.com