MAIDUGURI, KALIMANTANLIVE.COM – Bencana banjir di Nigeria sudah menewaskan 300 orang pada tahun 2022.
Seperti dilaporkan AP, Selasa (20/9/2022), banjir telah menghancurkan tanaman di banyak lahan pertanian sebagian besar di wilayah utara Nigeria yang menghasilkan pangan.
Kepada Associated Press pada Senin (19/9/2022), pihak berwenang mengakui bahwa situasinya “di luar kendali. Banjir di 27 dari 36 negara bagian dan ibu kota Nigeria telah memengaruhi setengah juta orang termasuk 100.000 pengungsi. Badan Manajemen Darurat Nasional Nigeria menyatakan lebih dari 500 orang terluka.
# Baca Juga :Banjir di Bantaran Sungai Palangkaraya, Warga Berharap Pemerintah Turun Tangan
# Baca Juga :Banjir Landa HST, Air Menggenangi Sebagian Jalan Utama dan Rumah Penduduk di Kota Barabai
# Baca Juga :Wali Kota Banjarbaru Ringankan Beban Warga Terdampak Banjir, Serahkan Bantuan Beras CPP
# Baca Juga :BPBD Tanah Bumbu dan Warga Gotong Royong Perbaiki Oprit Jembatan Rusak Akibat Banjir di Angsana
Kendati demikian, situasi di sana dapat memburuk karena hujan deras dan volume air yang berlebih di bendungan di Kamerun yang akan berefek pada 14 negara bagian Nigeria.
Laporan tersebut disampaikan Badan Manajemen Darurat Nasional (NEMA) Nigeria dalam pertemuan darurat pada Senin (19/9/2022).
Dilansir Reuters, pertemuan darurat tersebut digelar untuk meninjau situasi banjir dan merencanakan tanggapan.
Direktur Jenderal NEMA Mustapha Habib Ahmed mengatakan dalam sebuah pernyataan, lebih dari 100.000 orang telah mengungsi akibat banjir sejak awal musim hujan.
Mereka sekarang tinggal di tempat penampungan sementara.
Ahmed mengatakan, Kamerun membuka pintu-pintu air bendungan di Lagdo pekan lalu.
Efek limpahan air, bersama dengan hujan deras, akan menyebabkan banjir di 14 negara bagian, termasuk di Delta Niger yang memproduksi minyak.
“Saya ingin menyarankan semua pemerintah negara bagian garis depan untuk merelokasi komunitas yang berisiko banjir, mengidentifikasi tempat yang lebih tinggi yang aman untuk evakuasi orang-orang, serta menempatkan persediaan makanan dan non-makanan yang memadai, air minum, kebersihan, dan keamanan,” kata Ahmad.
Beberapa wilayah di Nigeria rentan terhadap banjir musiman di mana daerah pesisir seperti Lagos berada pada risiko yang lebih tinggi.
Pihak berwenang di Negara Bagian Yobe mengatakan pada Selasa (20/9/2022) bahwa hujan lebat sejak akhir pekan telah menenggelamkan jalanan dan menyapu jembatan utama.







