BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Aliansi Pekerja Buruh Banua (PBB) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kalsel, Rabu (21/9/2022).
Buruh yang mulai berdatangan di halaman Taman Kamboja Banjarmasin mulai pukul 09.00 Wita kemudian bergerak menuju Gedung DPRD Kalsel.
Dalam aksinya, buruh perempuan membaca puisi berjudul “Jeritan kaum buruh dan rakyat Indonesia mulai bergema seiring kenaikan harga BBM”.
# Baca Juga :Harga BBM Naik, Hyundai Ioniq 5 Bisa Jadi Pilihan, Mampu Tempuh Jarak 370 Km Sekali Isi Daya
# Baca Juga :Harga BBM Naik, Masyarakat Beralih Pakai Transportasi Listrik, Sepeda hingga Mobil Jadi Pilihan
# Baca Juga :Dinas Perdagangan Kalsel Gelar Pasar Murah di Banjarmasin, Stabilkan Harga akibat Kenaikan Harga BBM
# Baca Juga :DPD RI Tolak Kenaikan Harga BBM, Rakyat Tambah Miskin, Habib Hamid : Kami Tak Pernah Dilibatkan
Dalam puisinya, mereka menyinggung dampak dari kenaikan harga BBM.
“Tak dapat dipungkiri, harga-harga barang dan biaya-biaya lain pasti menyusul naik,” ujarnya, dari atas mobil bak terbuka dengan alat pengeras suara seperti dikutip di banjarmasinpost.co.id.
Menurut pendemo, kondisi harga makin mahal membuat daya beli warga anjlok.
Hasilnya, menurut mereka, banyak warga yang bertambah miskin.
Bahkan tak mampu memenuhi biaya kehidupan sehari-hari.
Massa meminta pemerintah agar tidak tutup mata.
DPR, kata mereka, juga tidak boleh acuh dan diam.
“Pemerintah dan DPR harus bertanggungjawab pada setiap nasib warga negara, harus berani dan wajib memberikan perlindungan,” tegasnya.
Sampai ini, aksi demonstrasi menolak kenaikan BBM terus berlangsung.
Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Buruh Banua masih berada di depan Gedung DPRD Kalsel.
Massa menunggu Ketua DPRD Kalsel, Supian HK untuk menemui dan memenuhi tuntutan mereka.
Editor : NMD/Kalimantanlive.com









