BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Sejumlah faktor munculnya kasus stunting pada anak ataupun keluarga beresiko stunting, salah satunya berasal dari jamban yang tidak sehat.
Berdasarkan data keluarga berisiko stunting, jamban umum termasuk ke dalam kategori jamban tidak sehat. Dimana secara tidak langsung dapat menimbulkan resiko stunting.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Banjarmasin, Helfiannor mengatakan, begini dalam jumlah data keluarga beresiko stunting.
“Jadi dalam data keluarga beresiko stunting, ternyata jamban umum merupakan bagian dari faktor-faktor munculnya stunting. Karena itu dianggap tidak sehat,” katanya, Jumat (22/9/2022).
Ia menyebut, jamban pribadi tergolong jamban sehat yang dapat membantu mencegah keluarga beresiko stunting.
Ia pun tak percaya, jika bukan hanya masyarakat dari golongan menengah ke bawah yang memiliki resiko anak stunting, melainkan masyarakat golongan menengah ke atas.
“Tidak hanya orang dengan keterbatasan ekonomi yang beresiko mengalami stunting. Ada juga yang rumahnya bagus, tapi mereka masih jamban yang tidak sehat,” ujar Helfi.
Sehingga status ekonomi bukanlah menjadi satu-satunya faktor dari munculnya anak stunting dan keluarga beresiko stunting.
Hal itu melainkan dari beberapa faktor lain yang mendukung.
“Mereka yang melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” katanya.







