BANJARBARU, Kalimantanlive.com – Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat sukses menginisiasi kegiatan Ekspose dari Kelompok Masyarakat Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) dengan konsep Pentahelix, di Hotel Roditha Banjarbaru, Kamis (22/9/2022) lalu.
Dekan Fakultas Kehutanan ULM Dr H Kissinger SHut MSi, mengatakan, konsep Pentahelix yang digelar melibatkan masyarakat desa sebagai pelaku utama, akademi, instansi pemerintah, dunia usaha dan dunia industry (DUDI), dan kalangan media.
“Elemen masyarakat, pemerintah, DUDI, akademisi dan media diibaratkan kumpulan populasi sosio-ekologi berukuran besar, sedang dan kecil yang bila direkatkan dengan sempurna akan membentuk pilar hidup dan kehidupan yang menjadi penopang kuat dalam membangun kedaulatan bangsa,” katanya.
BACA JUGA :
SMAN 3 Banjarbaru Juara Turnamen Voli Forestry Cup Tahun 2022, Tundukkan SMAN 1 Gambut di Final
BACA JUGA:
Revolusi Hijau Dishut Kalsel Raih Juara Satu Diajang KIA 2022
Upaya pembentukan DMPG dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Pengendalian Kerusakan Ekosistem Gambut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Fakultas Kehutanan ULM dipercaya oleh KLHK untuk memfasilitasi kegiatan agar program DMPG ini bisa berjalan sesuai sasaran.
Menurut Kissinger, progam ini pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan kemandirian desa dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan melindungi ekosistem gambut.
“Indikator capaian berupa terbangunnya usaha-usaha masyarakat yang berkelanjutan, berkurangnya frekuensi kebakaran dan menurunnya kerusakan lahan,” ujarnya.
Dia menyatakan, pembinaan, pendampingan, membangun support system sangat dibutuhkan agar terbentuk masyarakat sejahtera dan lingkungan gambut terjaga.
Kissinger pun mengajak dan berupaya membangkitkan eltruisme semua elemen agar bisa menjadi bagian dari support system untuk pembangunan masyarakat desa.










