KARAJ, KALIMANTANLIVE.COM – Perempuan muda berusia 20 tahun, Hadis Najafi tewas setelah ditembak enam peluru saat demo Iran.
Kematian Hadis Najafi diumumkan pada Minggu (25/9/2022).
Hadis Najafi tidak mengenakan jilbab saat ditembak.
# Baca Juga :Ayah di Tanah Bumbu Rudapaksa Anak Kandung Berusia 4 Tahun, Alasan karena Istri Sudah Meninggal
# Baca Juga :Darya Dugina Tewas Dibom, Rusia Tuduh Ukraina Bunuh Anak Sekutu Presiden Putin
# Baca Juga :Bintangi Drama All That We Loved, Sehun EXO Perankan Remaja Berusia 18 Tahun
# Baca Juga :UPDATE Perang Ukraina, Ledakan Dahsyat Guncang Pangkalan Udara Rusia di Crimea
Jurnalis dan advokat hak-hak perempuan Masih Alinejad mengatakan, Hadis Najafi ditembak enam kali oleh aparat keamanan saat berdemo di Karaj.
Demo Iran pecah menyusul kematian Mahsa Amini (22), perempuan yang ditahan polisi moral karena disebut mengenakan jilbab secara tidak pantas, sehingga melanggar aturan ketat berpakaian di negara itu.
Iran Wire melaporkan, Hadis Najafi usai tewas langsung menjadi simbol terbaru tragedi tersebut.
Curahan kesedihan dan pembangkangan menjadi ciri demo Iran sejak dimulai secara nasional pada 16 September 2022.
Menurut laporan media-media yang dihimpun Iran Wire, Hadis Najafi menderita luka di perut, leher, jantung, dan tangan pada 21 September 2022.
Setelah ditembak oleh aparat keamanan Hadis Najafi dibawa ke Rumah Sakit Ghaem, tetapi nyawanya tak tertolong.
“Dia baru berusia 20 tahun,” kata saudara perempuan Hadis Najafi kepada Alinejad.
“Hatinya hancur karena Mahsa Amini. Dia bilang dia tidak akan tinggal diam. Mereka membunuhnya dengan enam peluru.”
Editor : NMD/Kalimantanlive.com







