TANAH BUMBU, Kalimantanlive.com – Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar menyebut, serapan dana bagi hasil pusat lebih besar ketimbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Rata-rata kontribusi PAD serapannya di Bumi Bersujud hanya mampu terealisasi 10-11 persen.
Oleh sebab itu, dana bagi dari hasil dari Pemprov Kalsel cukup memberikan andil besar terhadap kas daerah Kabupaten Tanah Bumbu.
“Tentu dana bagi hasil bisa lebih berkontribusi terhadap PAD di Tanbu,” ujarnya, usai mengikuti Rakor bersama Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Pemprov Kalsel dan jajaran Pemkab Tanbu di ruang rapat Bersujud I Setdakab Tanbu, Jumat (24/9/2022) sore.
BACA JUGA:
Genjot Penerimaan PAP, Yani Helmi Gelar Rakor Bersama, Pemprov, Pemkab Tanbu dan Perusahaan
BACA JUGA:
Bupati Tanah Bumbu Zairullah Terima Kunjungan Komisi II DPRD Kalsel Bahas Optimalisasi PAP
Oleh karena itu, menurut Bupati Zairullah, perlu ada suntikan baru untuk penerimaan kas daerah. Selain itu, potensi seperti Pendapatan Bagi Hasil (PBH) dari Pajak Air Permukaan (PAP) diakui cukup menjanjikan bagi pemda.
“Ini kan sudah diatur ke dalam Peraturan Gubernur Kalsel. Semoga lancar, apabila terealisasi potensinya besar,” ujar Bupati Tanbu.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi menjelaskan, dengan adanya dukungan dari Bupati dan Pemkab Tanbu secara penuh terhadap Pajak Air Pemukaan (PAP) dapat memberikan kontribusi tambahan terhadap kas daerah.
“Kami juga sangat berterima kasih atas dukungan penuh Bupati, Sekdakab beserta Bapenda. Semoga kerjasama ini dapat mendorong lebih baik lagi PAD di Tanbu,” jelas politisi Golkar itu.







