“i have a good indonesian friend in warsaw, and he told me a lot about how messed up indonesia is. i did this for him (Saya punya teman orang indonesia yang baik di warsawa, dan dia bercerita banyak tentang betapa kacaunya Indonesia. saya melakukan ini untuknya, red),” cetus dia.
Kemunculan Bjorka pun sempat dibalas oleh pemerintah. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD mengklaim pemerintah sudah mengantongi identitas Bjorka.”Gambaran siapa dan di mananya itu kita sudah punya alat untuk melacak itu semua,” kata Mahfud, Rabu (19/4/2022).
Di sisi lain, kepolisian pun sempat menangkap beberapa orang yang terkait dengan Bjorka. Salah satunya adalah MH (21) asal Madiun. Namun pihak kepolisian sudah memulangkan pemuda asal Desa Banjaransari Kulon tersebut.
Yang jelas, aksi Bjorka dianggap ikut mempercepat pengesahan Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) menjadi Undang-undang. Anggapan itu meluncur dari pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi.
“Thanks to Bjorka, sehingga RUU PDP jadi disahkan segera,” tulisnya via Twitter, Kamis (22/9).
UU PDP sendiri disahkan pada Selasa (20/9) dalam sidang paripurna DPR. Sebagian warganet pun menganggap ada andil Bjorka dalam pengesahan ini.
“Kok pas momentumnya,” ucap akun@RTifany18, mengomentari unggahan Ismail. Bahkan, akun@ayoo_berlibur berspekulasi,”apakah mungkin bjorka bagian dari ini?”.
Namun demikian, spekulasi warganet itu dibantah Mahfud MD. Ia mengklaim, UU PDP sudah dibahas sangat panjang oleh pemerintah dan DPR RI selama dua tahun.
“UU PDP ini kan sudah lama ditunggu. Jadi itu tidak ada kaitannya dengan kebocoran data, karena ini jauh sebelum ribut-ribut soal Bjorka,” kata Mahfud di Surabaya, Rabu (21/9/2022).
Editor : NMD/Kalimantanlive.com







