KOTABARU, KALIMANTANLIVE.COM – Sedikitnya enam orang penambang ditemukan meninggal dunia akibat longsor tambang emas rakyat di Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Selasa (27/9/2022).
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kotabaru, Hendra Indrayana, longsor tambang emas menelan korban jiwa dan terjadi pada Selasa (27/9/2022) sekitar pukul 00.00 Wita.
# Baca Juga :Jalan Longsor dan Rawan Dilalui, Warga Bintang Ara Tabalong Melarang Angkutan Batu Bara Ilegal Melintas
# Baca Juga :Korban Tewas Capai 100 Jiwa, Banjir dan Tanah Longsor Menyapu Lokasi Miskin di Brasil, 6.200 Mengungsi
# Baca Juga :12 Emak-emak Tewas Tertimbun Longsor saat Menambang Emas di Mandailing Natal
# Baca Juga :Korban Tewas Sudah 150 Orang, Badai di Petropolis Brazil Akibatkan Banjir dan Longsor
Menurut Hendra Indrayana, informasi diterimanya pada pukul 13.56 Wita, sudah 9 orang korban dievakuasi dari lokasi insiden.
Menurut Hendra, saat ini terdata sebanyak 6 orang meninggal, 5 orang luka-luka.
“Informasi terakhir masih ada 4 orang dalam pencarian dari tim gabungan BPBD, Basarnas, Polres Kotabaru,” kata Hendra.
Diketahui kejadian tanah longsor menimbun pekerja, terjadi di Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian kali kedua setelag kejadian pada 2020 lalu. Dalam kejadian itu 6 orang meningggal.
Disinggung soal titik-titik lokasi rawan longsor di Kotabaru, lanjut Hendra, antara lain di Desa Matasirih, Kecamatan Pulaulaut Sembilan, Kecamatan Hampang, dan Kecamatan Sungai Durian.
“Penyebab tanah longsor karena tanah erosi,” ujarnya.
Untuk kejadian tanah longsor di Desa Buluh Kuning, tanah erosi disebabkan olah aktivitas penambangan emas.







