LONGSOR Tambang Emas Rakyat di Kotabaru, 6 Penambang Meninggal, 4 Masih Dicari

Segera Lakukan Penataan

Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis mengatakan, insiden tanah longsor menelan korban jiwa terjadi di Desa Buluh Kuning yang kali kedua setelah kejadian pada tahun 2020 silam.

“Tentu ini kejadian yang terulang kembali,” ujarnya melalui telepon genggam kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (27/9/2022).

Menurut Syairi, dengan kejadian yang kali keduanya ini, seyogyanya sudah menjadi perhatian serius oleh pemerintah daerah.

“Hari ini fokus dulu terhadap penanganan korban. Kita berdoa Semoga tidak terlalu banyak korban yang berjatuhan,” kata Syairi.

Ia pun berharap kedepan ada langkah diambil, sebab tambang emas tersebut tambang ilegal. Sehingga harus dilakukan penataan.

Tujuannya, agar tambang tersebut tidak menimbulkan bencana yang lebih besar. Insiden ini, tentu menjadi PR bagi pemerintah.

“Sesegeranya dilakukan pendataan kedepan,” terang Syairi.

Informasi diterimanya, kegiatan penambangan di sana berjumlag 2.000 orang.

Editor : NMD/Kalimantanlive.com