KOTABARU, KALIMANTANLIVE.COM – Berikut update kondisi longsor di tambang emas rakyat di Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Hingga hari ini, Rabu (28/9), tim SAR gabungan yang dipimpim Basarnas Banjarmasin masih kesulitan mencari korban tertimbun.
Pihak petugas Basarnas Banjarmasin merilis data baru, korban yang masih dalam pencarian berjumlah lima orang dari sebelumnya tiga orang.
# Baca Juga :LONGSOR Tambang Emas Rakyat di Kotabaru, 6 Penambang Meninggal, 4 Masih Dicari
# Baca Juga :Jalan Longsor dan Rawan Dilalui, Warga Bintang Ara Tabalong Melarang Angkutan Batu Bara Ilegal Melintas
# Baca Juga :Korban Tewas Capai 100 Jiwa, Banjir dan Tanah Longsor Menyapu Lokasi Miskin di Brasil, 6.200 Mengungsi
# Baca Juga :12 Emak-emak Tewas Tertimbun Longsor saat Menambang Emas di Mandailing Natal
Korban tertimbun, Ravi (28) warga Tapin, Bubul (40) Tanahlaut, Parin (25) Hulu Sungai Selatan, Sahdi (30) Tapin, dan Amut (40) warga Hulu Sungai Tengah.
“Kami melalukan pencarian korban menggunakan tiga mesin air alkon untuk mengikis tanah, dan dengan cara manual,” papar Kepala Basarnas Banjarmasin, Al Amrad, seperti dikutip di apahabar.com.
Hal ini dilakukan jelas Amrad, lantaran tidak memungkinkan untuk menggunakan alat berat. Di mana lokasi dan akses di wilayah longsor susah dicapai.
“Awalnya, informasi yang diterima total korban ada 15 orang. Namun belakangan korban keseluruhan sebanyak 17 orang,” katanya.
Rinciannya, 6 meninggal dunia. Enam selamat dengan luka-luka dan dalam perawatan di puskesmas serta rumah sakit.
“Lima sisa masih dalam pencarian,” papar Amrad.
“Saat ini Tim SAR Gabungan akan berusaha maksimal dalam melakukan pencarian, semoga akan membuahkan hasil,” tutupnya.
Editor : NMD/Kalimantanlive.com







