TAPANULI, KALIMANTANLIVE.COM – Musibah gempa bumi magnitudo 6,0 yang mengguncang Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Sabtu (1/10/2022) pukul 02.28 WIB mengakibatkan seorang warga meninggal dunia.
Dari gempa hebat itu, beberapa warga mengalami luka-luka dan sejumlah rumah mengalami kerusakan.
“Dari laporan yang kami terima, satu orang meninggal dunia, 9 orang luka dan lima unit bangunan roboh. Namun petugas masih melakukan pendataan lebih lanjut,” kata Kepala Pusat BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring.
# Baca Juga :GEMPA Magnitudo 6,4 di Mentawai, 2.336 Orang Mengungsi, BPBD: Jumlahnya Bakal Bertambah
# Baca Juga :PAPUA GEMPAR, 4 Warga Dibantai Lalu Dimutilasi, 6 Oknum TNI Terlibat dan Diamankan
# Baca Juga :Gempa 5,9 M Guncang Kepulauan Mentawai, Pagi Ini Sudah 2 Kali Gempa Susulan
# Baca Juga :MASUK ZONA Megathrust, Potensi Gempa Cilacap Bakal M 8,7 dan Tsunami 10 Meter
Sementara itu, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan dari laporan visual Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), beberapa warga ada yang mengalami luka di bagian kepala dan sudah mendapatkan perawatan yang intensif.
“Adapun kerusakan maupun keseluruhan korban luka dan lainnya masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama lintas instansi terkait,” ujarnya.
Gempa bumi magnitudo 6.0 Tapanuli Utara diikuti gempa susulan. Rentetan gempa bumi dirasakan sedang hingga kuat selama 3 hingga 5 detik di beberapa wilayah kabupaten mulai dari Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba, Tapanuli Tengah, Labuhanbatu Utara.
Bahkan tambahnya, di Kabupaten Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan dan Toba melaporkan masyarakat sempat panik dan berhamburan keluar rumah. Sesaat setelah terjadi gempa bumi listrik padam.
“BNPB mengimbau agar masyarakat dapat memastikan jalur evakuasi keluar dari rumah tidak terhalang oleh benda dengan ukuran besar seperti lemari, meja, kulkas dan sebagainya.
Di samping itu, bagi masyarakat agar dipastikan tidak ada barang-barang besar seperti lemari, kulkas, meja dan lain-lain yang bisa menghalangi proses evakuasi keluar rumah saat terjadi gempa.
“Khusus bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, perhatikan apabila terjadi gempa bumi yang berlangsung lebih dari 30 detik, maka diharapkan untuk segera menuju ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kemungkinan terjadinya tsunami,” paparnya.
Editor : NMD
Sumber: Kalimantanlive.com/CNNIndonesia.com








