Cara kerja Tes IVA ini, ialah dengan melihat langsung leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3-5 persen.
Tetapi jika pendeteksian tersebut ditemukan sel kanker serviks, maka bagi perempuan diminta jangan lah takut. Pihaknya bakal membantu melakukan pengobatan selanjutnya untuk langsung menghilangkan sel kanker tersebut.
“Pendeteksian awal, apabila memang terdeteksi sel kankernya maka selnjutnya akan melakukan pengobatan yang hanya disemprot maka selesai dan hilang. Tapi kalo stadiun akhir pengobatannya sudah sulit, ditambah lavi imunitasnya,” ucapnya.
Badiansyah menjelaskan, saat ini, 27 Puskesmas di Kota Banjarmasin telah memfasilitasi pemeriksaan gratis untuk IVA.
Tak hanya itu, Dinkes Kota Banjarmasin pun menyediakan 10 titik tempat pemeriksaan yang telah bekerja sama dengan anggota PKK setempat.
“Jika sudah menikah juga sering-sering Tes IVA, gratis di 27 Puskesmas semua perempuan. Tes bisa melakukan tinggal datang atau datangi salah satu dari 10 titik, itu kita banyak mencari 50 org pertitik, hubungi aja kami akan kami carikan,” katanya.
Direncanakan pada tahun 2023 nanti pemerintah akan menjalankan program pemberian vaksin Human papillomavirus atau HPV dengan sasaran umur 10-12 tahun atau anak 5-6 SD atau 1 SMP.
“Ini merupakan pilihan lain selain Tes IVA, tapi programnya akan jalan di tahun 2023 gratis, kalo sekarang mahal untuk pemberian vaksin itu, maka dari itu jangan sia-sia kan kesempatan itu nantinya,” jelasnya.
Dinkes berharap dan menghimbau, agar seluruh perempuan Kota Banjarmasin jangan menyia-nyiakan kesempatan dan segera melakukan Tes IVA, agar pasangan suami isteri tetap menjaga kebersihan.
“Jangan termakan hoax, ayo lindungi keluarga kita, lengkapi vaksinasi hingga imunisasinya. Penting diingat, jika sudah berhubungan suami-isteri, untuk selalu menjaga kebersihan keduanya,” ucapnya.
Kalimantanlive.com/Ilham
editor : elpian










