BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Risiko penularan virus kanker serviks atau kanker leher rahim di Kota Banjarmasin dinilai Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin saat ini termasuk tinggi.
Kanker serviks ini merupakan salah satu penyakit dari sekian banyaknya jenis kanker yang kerap menyerang perempuan.
Namun masyarakat cenderung mengira virus kanker serviks hanya dapat menulari perempuan usia 40 an ke atas.
Bahkan sejumlah ahli mengemukakan bahwa, usia remaja-dewasa pun sudah ada yang tertular virus ini.
BACA JUGA: Waspada! DBD Ancam Kota Banjarmasin, Data di Dinkes Sekitar 30 Kasus Hingga Juli 2022
BACA JUGA:
Antisipasi Mewabahnya DBD, Dinkes Kalsel Kirimkan SE kee Kabupaten/Kota
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Ramadhan melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr Hj Bandiyah Ma’rifah.
“Sudah ada anak muda yang terkena kanker ini, tapi memang tidak akan terkena kalo belum berhubungan suami isteri, dan balik. Apalagi pola pergaulan anak-anak sekarang bebas, jadi beberapa sel kanker sudah ditemukan di usia 24, bahkan ada di usia tahun 20 tahun,” katanya. Sabtu (1/10/2022).

Mengurangi angka kematian akibat kanker tersebut. Dinkes Kota Banjarmasin menjadi garda terdepan untuk menyerukan agar seluruh perempuan Kota Banjarmasin melakukan “IVA TEST”.
Menurut Bandiyah, Tes IVA adalah singkatan dari Inspeksi Visual Asam Asetat yaitu cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim dan mencegahnya sedini mungkin.
“Kami bersama lembaga-lembaga terkait selalu merangkul masyarakat dalam menigkatkan edukasi jangan takut Tes IVA,” ujarnya.










