131 Anak Bangsa Tewas Sia-sia Kena Gas Air Mata Polisi, Siapa yang Tanggung Jawab?

Siapa yang harus bertanggung jawab?

Setelah itu, Anton Sanjoyo memberikan pandangan terkait pihak yang harus bertanggung jawab atas tragedi kerusuhan Kanjuruhan.

Menurut Anton Sanjoyo, pihak pertama yang harus bertanggung jawab adalah pemerintah, kemudian PSSI selaku induk sepak bola Indonesia.

PSSI juga harus bertanggung jawab sebagai pihak yang membawahi panitia pelaksana (panpel) pertandingan.

“Menurut saya ya pemerintah, dalam hal ini yang memberi izin pada pertandingan-pertandingan liga, harus menjadi pihak yang pertama (bertanggung jawab),” ujar Anton Sanjoyo.

“Lalu, yang kedua PSSI. Panpel sebagai perpanjangan tangan dari PSSI. PSSI yang bertanggung jawab, sesudah itu panpel,” imbuhnya.

Terakhir, Anton Sanjoyo mengatakan bahwa komandan pengamanan yang berada di lapangan juga harus bertanggung jawab atas tragedi di Stadion Kanjuruhan.

“Sesudah itu ya komandan lapangan pengamanan di lapangan karena protap (prosedur tetap) untuk memakai gas air mata itu sebenarnya tidak diizinkan oleh FIFA,” ucap Anton.

“Nah, problemnya, protap keamanan negara sering kali tidak sama dengan protapnya FIFA. Ini yang terjadi di Stadion Kanjuruhan kemarin,” tutur Anton menjelaskan.

Dalam keterangannya, Anton tak lupa mengucapkan bela sungkawa atas kejadian yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.

Dia menegaskan bahwa tidak ada hal yang lebih berharga daripada nyawa.

“Ini tragedi, sedih sekali karena nyawa satu orang pun berharga sekali, dan saya berkali-kali mengucapkan, tidak ada yang lebih berharga daripada nyawa, bahkan sepak bola sekali pun,” kata Anton Sanjoyo.

“Saya prihatin sekali, mudah-mudahan ini jadi pelajaran. Mereka 129 atau 130 orang itu saya harap jadi ‘martir’ supaya sepak bola kita berubah,” ucap Anton Sanjoyo.

Anton Sanjoyo berharap pihak-pihak terkait bisa menemukan solusi strategis terkait tragedi ini.

Setelah solusi strategis ditemukan, barulah kompetisi yang ditunda karena tragedi Kanjuruhan, bisa kembali digelar.

“Saya juga minta ke Presiden Jokowi untuk menghentikan (kompetisi), moratorium dulu lah sepak bola nasional sampai ada solusi yang strategis dan benar-benar bisa dipertanggung jawabkan oleh pengelola sepak bola, utamanya PSSI, pihak keamanan, dan tentu saja pemerintah,” ujar Anton Sanjoyo.

“Supaya sepak bola ke depan bisa lebih aman, itu saja,” kata Anton Sanjoyo terkait harapannya setelah terjadi tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/kompas.com