MALANG, KALIMANTANLIVE.COM – Update jumlah korban tewas kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak.
Emil Dardak mengatakan korban meninggal dunia saat ini menjadi 131 orang.
Semula Emil Dardak menyebut korban meninggal mencapai 174 korban, lalu direvisi menjadi 131 korban.
# Baca Juga :Rusuh Laga Arema FC vs Persebaya Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan Malang, 127 Suporter Tewas
# Baca Juga :Jadwal Liga Eropa Malam Ini: Arsenal & AS Roma Cari Pelampiasan, Man United On Fire
# Baca Juga :Pelatih PS Balangan Optimistis Lolos Putaran Dua Liga 3 Kalimantan Selatan 2022
# Baca Juga :KLASEMEN Liga 1 2022-2023: Borneo FC merebut posisi PSM Makassar Usai Bekuk Persik
Emil mengatakan, ada dua sumber data yang dipakai yaitu data dari BPBD Malang dan Dinas Kesehatan Malang.
Dari BPBD menyebut, ada 174 korban jiwa yang meninggal, sedangkan data dari Dinkes, ada 131 korban meninggal.
Setelah dicek lebih lanjut, data dari BPBD kemungkinan ada penghitungan data ganda.
Sehingga data yang akan dipakai adalah data dari Dinas Kesehatan
Dalih Polisi
Tindakan polisi menggunakan gas air mata saat menangani massa di Stadion Kanjuruhan, Malang jadi sorotan.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Jawa Timur, kekacauan yang terjadi di dalam stadion akibat penonton berlari-larian menghindari gas air mata yang ditembakkan polisi.
Penonton berlarian ke arah pintu keluar, sehingga akhirnya terinjak-injak. Dalam peristiwa itu, sebanyak 125 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka.
Penggunaan gas air mata di dalam stadion pun sudah dilarang berdasarkan FIFA Stadium Safety and Security Regulations Pasal 19 tentang pengawasan penonton.
Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta mengatakan aparat akhirnya menggunakan gas air mata karena tindakan penonton anarkis dan dianggap membahayakan keselamatan.
Suporter Arema FC atau Aremania memasuki lapangan karena tak terima dengan hasil pertandingan yang memenangkan Persebaya.
Penyebab Kerusuhan
Peristiwa memilukan datang dari sepakbola tanah air akibat pecahnya kerusuhan seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan Malang
PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi Liga 1 2022/2023 akhirnya mengambil keputusan tegas untuk menghentikan gelaran liga 1 selama sepekan.









