Tim Pencari Fakta Pengusutan Tragedi Stadion Kanjuruhan, Mahfud MD: Target Selesai 2-3 Pekan

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang menewaskan ratusan sporter sepakbola menjadi perhatian dunia.

Untuk itu Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) menargetkan pengusutan tragedi tersebut selesai dua hingga tiga pekan ke depan.

Tim ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

# Baca Juga :131 Anak Bangsa Tewas Sia-sia Kena Gas Air Mata Polisi, Siapa yang Tanggung Jawab?

# Baca Juga :Korban Tewas Jadi 131 Orang, Ini Dalih Polisi Gunakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan Malang

# Baca Juga :VIRAL Kerusuhan di Blora, Polisi Ungkap Penyebab dari Minuman Keras hingga Keseruan Dangdutan

# Baca Juga :Rusuh Laga Arema FC vs Persebaya Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan Malang, 127 Suporter Tewas

“Itu tugasnya kira-kira diupayakan selesai dua sampai tiga minggu ke depan,” ujar Mahfud dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (3/10/2022) siang.

Adapun tim ini dibentuk melalui rapat koordinasi khusus (rakorsus) yang diikuti oleh Sesmenko PMK Yohanes Baptista, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olah Raga Kemenpora Chandra Bhakti.

Rakorsus juga diikuti Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Wakabaintelkam Polri Irjen Merdisyam, Ketua Umum KONI Marciano Norman, Deputi II KSP Abetnego Panca Putra Tarigan, Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani, dan Sekjen PSSI Yunus Nusi.

Mahfud mengatakan, anggota tim independen tersebut akan ditetapkan paling lama sekitar 24 jam ke depan.

Nantinya, tim ini terdiri dari pejabat kementerian terkait, organisasi profesi olahraga sepakbola, pengamat, akademisi, dan media massa.

“Keanggotaannya ditetapkan paling lama 24 jam ke depan,” kata dia.

Kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupatan Malang, setelah pada laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Arema FC kalah 2-3 di kandang sendiri, Sabtu (1/10/2022) malam.

Pihak kepolisian menembakkan gas air mata ke arah penonton yang berada di tribun stadion.

Dalam insiden itu, 125 orang meninggal dunia. Selain itu, ada 302 orang mengalami luka berat dan 21 luka berat. Korban meninggal umumnya karena terinjak-injak dan sesak napas.

Editor : NMD/Kalimantanlive.com/kompas.com