Gegara Pakai Travel Bermasalah, 175 Jemaah Umrah asal Kalsel Terlantar di Jakarta

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Akibat berangkat dengan travel bermasalah, yaitu PT Nalia Syafaah Wisata Mandiri, sebanyak
175 Jemaah Umrah asal Kalimantan Selatan (Kalsel) Terlantar di Jakarta.

Kondisi 175 jemaah Umrah Kalsel saat ini harus tinggal sementara di masjid Asrama Haji Jakarta

Seperti dilaporkan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan (Kemenag Kalsel) ada 175 peserta umrah asal Kalsel terlantar di Jakarta karena belum ada kepastian berangkat ke Tanah Suci.

# Baca Juga :Saudi Beri Peluang Visa Turis Bisa untuk Umrah, Tapi Tak Berlaku Bagi Jemaah Indonesia

# Baca Juga :BERANGKAT Hari Ini, Rombongan Umrah Padati Bandara Syamsudin Noor, Travel: Sudah 2 Kali Berangkat

# Baca Juga :Haji dan Umrah 2022 Dibuka, Ini Syarat yang Diajukan Arab Saudi

# Baca Juga :Tak Hanya Jual Beli Tanah, Ternyata BPJS Kesehatan Jadi Syarat Urus SIM, STNK, SKCK hingga Haji & Umrah

“Mereka saat ini ditampung di Masjid UPT Asrama Haji Jakarta,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Dr H Muhammad Tambrin di Banjarmasin, Senin (3/10) seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, informasi jemaah umrah ini terdampar di Jakarta belum ada kepastian berangkat dari surat Direktorat Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI ke Kanwil Kemenag Kalsel.

Ia menerangkan para jemaah umrah itu adalah pengguna layanan travel PT Nalia Syafaah Wisata Mandiri yang beralamat di Tanggerang, Banten.

“Kami terus berkoordinasi terhadap nasib mereka, sejauh ini masih ditangani Kemenag,” ujarnya.

Kemenag terus melakukan upaya agar pihak travel bertanggungjawab atas semua jemaah tersebut untuk diberangkatkan atau dikembalikan ke daerah.

Kemenag juga mengingatkan masyarakat, agar selalu berhati-hati dalam memilih travel perjalan ibadah umrah dengan seringnya kasus gagal berangkat seperti ini.

Untuk travel PT Nalia Syafaah Wisata Mandiri, kata Tambrin, dalam surat peringatan Kemenag RI bahwa ditemukan banyak kasus gagal berangkat dan wanprestasi pelayanan.

“Hingga diberi peringatan untuk menghentikan penerimaan jemaah umrah baru di kantor dan seluruh kantor cabangnya,” kata Tambrin.