JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Menko PMK Muhajir Effendy menyampaikan total korban tragedi kerusuhan Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur sebanyak 488 orang.
Dari 448 korban itu, sebanyak 302 orang di antaranya mengalami luka ringan, 21 orang luka berat, dan 125 orang meninggal dunia.
Sementara itu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan ratusan suporter Arema meninggal dunia akan diusut tuntas. Polri kini tengah melakukan investigasi.
# Baca Juga :Tragedi Kanjuruhan, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh: PT LIB Bertanggung Jawab!
# Baca Juga :Tim Pencari Fakta Pengusutan Tragedi Stadion Kanjuruhan, Mahfud MD: Target Selesai 2-3 Pekan
# Baca Juga :Korban Tewas Jadi 131 Orang, Ini Dalih Polisi Gunakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan Malang
# Baca Juga :Update Tragedi Kanjuruhan Arema vs Persebaya, Korban Meninggal 174 Orang, 17 Anak-anak
Hasilnya, Mabes Polri mencopot setidaknya total sepuluh anggota buntut tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutuskan untuk menonaktifkan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat. Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2098/X/KEP./2022 tertanggal 3 Oktober 2022.
“Kapolri memutuskan menonaktifkan sekaligus mengganti Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dimutasi sebagai Pamen SDM Polri,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Polres Malang.
Dalam mutasi tersebut, posisi Ferli di Malang digantikan AKBP Putu Kholis yang sebelumnya menjabat Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Selain itu, berbarengan dengan Ferli, sembilan komandan Brimob Polda Jatim juga diganti karena diduga telah melakukan penembakan gas air mata di dalam stadion.
Berikut daftar anggota polisi yang dinonaktifkan buntut kerusuhan Stadion Kanjuruhan:
1. Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat
2. Komandan Batalyon AKBP Agus Waluyo
3. Komandan Kompi AKP H Asdadarmawan
4. Komandan Peleton Aiptu Solikin
5. Komandan Peleton Aiptu M Samsul
6. Komandan Peleton Aiptu Ari Dwinanto
7. Komandan Kompi AKP Untung Sudjadi
8. Komandan Kompi AKP Danang Sasongko P
9. Komandan Peleton AKP Nanang Pitrianto
10. Komandan Peleton Aiptu Budi Purnanto
Sebagai informasi, Tragedi Kanjuruhan terjadi setelah aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa pascakericuhan di dalam lapangan stadion pada Sabtu (1/10/2022) malam lalu. Penembakan gas air mata itu telah menimbulkan kepanikan di dalam stadion, termasuk tribun, sehingga membuat penonton berdesak-desakkanke pintu keluar yang terbatas aksesnya.







