Sejauh ini pemerintah dan kepolisian mencatat tragedi itu telah menyebabkan 125 orang–yang merupakan suporter Arema FC atau Aremania–tewas. Update terakhir per Senin (3/10/2022), termasuk korban tewas, pemerintah mencatat total ada 455 korban dalam tragedi tersebut.
“Tim investigasi ini diawasi secara eksternal ini sebagai bentuk transparansi agar tim ini bekerja secara akuntabel dari Kompolnas,” kata Dedi di Polres Malang, Senin (3/10/2022).
Sejauh ini, Mabes Polri yakni Itsus serta Propam tengah memeriksa 18 anggota yang diduga bertanggung jawab dalam penembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan.
Selain itu, tim investigasi Polri juga memeriksa beberapa saksi dan pejabat terkait yang berwenang atas penyelenggaraan pertandingan Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya.
Beberapa di antaranya adalah Direktur LIB, Ketua PSSI Jawa Timur, Ketua Panitia Penyelenggara dari Arema, hingga Kadispora Provinsi Jawa Timur.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/CNNIndonesia







