PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Malam Jumat mencoba mendaki Gunung Lintang, Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, tiga orang santri mengaku tersesat
Kabar beredar, Kamis (6/10/2022) malam jumlah mereka tiga orang laki-laki dewasa yang merupakan santri di Martapura, Kabupaten Banjar.
Bahkan, ketiga santri yang tersesat itu sempat menelpon petugas untuk meminta bantuan agar dijemput di tengah malam buta.
# Baca Juga :Kisah Khairiani, Sosok Perempuan Pendaki Asal Banjarmasin, Sesuaikan Waktu Kerja dan Hobi
# Baca Juga :Banjarmasin Jadi Kota Layak Anak, Wakil Wali Kota: Naik Peringkat di 2022
# Baca Juga :Tak Penuhi Kuota, 11 SMP Negeri di Banjarmasin Bermasalah dalam Penerimaan Dana BOS
# Baca Juga :Jatuh ke Jurang 25 Meter Saat Mendaki Kawah Ijen, Gavinda Ditemukan Selamat Hanya Lemas
Mereka juga menginformasikan bahan makanan cukup hingga esok pagi. Sambil menanti bantuan datang, mereka juga mengatakan terus membaca sholawat dan Surat Yasin.
Kepala BPBD Tala H Sahrudin ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya mendapat laporan adanya tiga orang tersesat tersebut.
“Kami sudah menurunkan satu regu sekitar enam orang untuk menuju lokasi,” jelasnya.
Kapolsek Tambangulang Iptu Baysori ketika dikonfirmasi pun membenarkan laporan tiga pendaki tersesat di Gunung Lintang .
“Ini sudah baru saja ditemukan, kondisinya baik-baik saja. Ketiganya yakni M Zaini, Bahit dan Ulaipi,” ucapnya.
Terpisah, Camat Tambangulang Ade Gumilar mengatakan pihaknya juga turut memonitor ketika mendapat kabar adanya tiga pendaki Gunung Lintang yang tersesat.
“Infonya mereka tersesat di Gunung Lintang yang arah Desa Martadah. Tapi, alhamdulillah sudah ditemukan, keadaannya sehat-sehat saja,” paparnya.
Mengenai identitas, Ade mengatakan sementara saat ini belum didapatkan.
“Infonya, sudah diminta untuk pulang,” tandasnya.
Berdasar video penemuan tiga pendaki tersebut, tampak mereka masih remaja. Pada video berdurasi 1.47 menit itu, mereka mengaku santri di Martapura.
Salah seorang dari mereka menceritakan ihwal mula tersesat.
Awalnya, mereka bertiga berkendara dari Gunung Kayangan dengan tujuan menuju Gunung Lintang.
Namun, ternyata kelewatan dan kemudian berputar balik dan membeli baterai untuk senter.
“Lalu, kami ketemu paman-paman. Kami bertanya kemana arah ke Gunung lintang, dijawab, tarus saja, banyak saja orang ke sana,” paparnya.
Paman itu lalu kembali bertanya, “Ikam orang mana. Saya jawab, saya orang Barabai tapi tinggal di Martapura, sekolah,” ceritanya.
Lalu, ia bersama dua rekannya berjalan terus dan memarkir motor dekat jas hujan warna hijau.
Kemudian berjalan sesuai jalur bekas tapak kaki.
“Pas hendak menapaki jalan menikung, anehnya jalan mendadak hilang. Kami naik, turun lagi. Naik, turun lagi hingga pohon besar,” paparnya.







