Sebagai pemimpin publik, Zairullah memahami jika ada masyarakat yang selalu mengkritiknya, soal longsornya jalan di desa Satui Barat, padahal dua bulan sebelum longsor dirinya sudah meminta aktivitas tambang dihentikan.
“Jangan saya, Presiden Jokowi saja banyak yang mengkritik, namun beliau menerima dengan senyum mengatasinya, ini negara demokrasi. Jadi pemimpin, itulah salah satu risikonya, siap dikritik” kata bupati.
BACA JUGA:
Wakil Bupati Muhammad Rusli Temui Korban Terdampak Jalan Longsor di Satui Barat, Ini Harapan Warga
Seperti diberitakan media ini sebelumnya, pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa ( 11/10/2022 ), akan melakukan pembangunan jalan alternatif sepanjang 2,5 kilometer di dekat lokasi jalan longsor di desa Satui Barat, Kecamatan Satui.
Saat jumpa pers dengan wartawan, Selasa, didampingi Sekda Ambo Sakka, anggota DPRD Tanah Bumbu Hasanuddin, Kadiskominfo Ardiansyah, Zairullah menjelaskan, untuk membangun jalan alternatif diperlukan dana sekitar Rp5 Miliar yang diambil dari APBD Tanah Bumbu.
Pembangunan jalan alternatif, menurut Bupati Zairullah, karena pihak dari Balai Jalan Nasional tidak mau memindahkan jalan longsor tersebut, atau membuat jalan alternatif.
Mereka ( Maksudnya Balai Pelaksana Jalan Nasional,red ) tetap mempertahankan.
“Jalan itu, yang punya wewenang Balai Jalan Nasional bukan Pemkab Tanah Bumbu,” katanya.
Sementara itu, Sekda Ambo Sakka menambahkan, perlu masyarakat tahu, jika jalan alternatif itu dibangun tidak bekas jalan longsor, tapi lokasi lain.
“Jalan alternatif dibangun Pemkab Tanah Bumbu sendiri, bukan dari Balai Jalan Nasional,” jelas Ambo Sakka.
Kalimantanlive.com/Desy
Editor : Elpian







