BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Kota Banjarbaru gelar Pasar Murah hasil pertanian dan pencanangan Urban Farming, dalam rangka menyambut Hari Pangan Sedunia ke-42 tahun, bertempat di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru, Selasa (11/10/2022).
Terselenggarannya pasar murah produk hasil pertanian ini juga sebagai bentuk penanganan dampak inflasi di Kota Banjarbaru, dengan mengangkat tema ‘Urban Farming Solusi Ketahanan Pangan Kota Banjarbaru’.
# Baca Juga :Banjarbaru Bentuk Tim Percepatan Peningkatan Kualitas Keluarga, Guntung Manggis Jadi Lokus
# Baca Juga :BMKG Rilis Kondisi Cuaca 33 Kota Indonesia, Rabu 12 Oktober 2022: Banjarmasin & Banjarbaru Hujan Ringan
# Baca Juga :Diskominfo Banjarbaru Gelar Rakor, Jadikan KIM Sebagai Kanal Aspirasi Masyarakat
# Baca Juga :Banjarbaru Panen Melon, Wali Kota Aditya: Bukti Urban Farming Berjalan Dengan Baik
Dalam momentum Hari Pangan Sedunia tahun ini, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Banjarbaru, juga mengadakan kegiatan bimbingan teknis kader pangan tahun 2022 bagi calon kader pangan dari 20 Kelurahan, dan 5 Kecamatan dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang.
Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin didampingi sang istri Vivi Mar’I Zubedi mengatakan, kekuatan setiap Negara ditentukan oleh kemampuan memenuhi kebutuhan pangan rakyat secara berkelanjutan.
“Dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia kali ini, ulun mencoba mengajak seluruh masyarakat Banjarbaru untuk menjalankan pertanian, perkebunan dan peternakan perkotaan dengan kegiatan Urban Farming,” katanya.
Lanjut Aditya, banyak kebaikan dalam menerapkan Urban farming apalagi yang memiliki keterbatasan lahan bukan hambatan untuk berkebun.
“Pertanian dan perkebunan yang tumbuh secara alami, tanpa bahan kimia memberikan kebaikan bagi alam dan manusia yang mengonsumsinya. Sekaligus juga memunculkan kemandirian pangan keluarga,” ujarnya.
Masih kata Aditya, tidak hanya petani yang harus berfikir, bertindak kreatif dan inovatif.
“Ulun mengajak kita semua untuk saatnya juga turut berperan dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah kita sendiri Kota Banjarbaru,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Banjarbaru sekaligus Istri Wali Kota Banjarbaru, Vivi Mar’I Zubedi menyampaikan, melalui penerapan 10 program pokok PKK diharapkan dapat mewujudkan kesejahteraan keluarga yang merupakan kondisi tentang terpenuhinya kebutuhan dasar manusia.
“Adanya kader pangan dan gizi di Kota Banjarbaru merupakan sebagai perpanjangan terkait pemanfaatan pekarangan untuk program Urban Farming. Serta tentang pola konsumsi B2BA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman),” tuturnya.
Vivi melanjutkan, dirinya berharap dengan adanya kader ini untuk mewujudkan ketahanan pangan dilingkungan keluarga dapat terus termotivasi. Untuk menambah pemahaman dan pengetahuan mengenai gizi pangan.
“Selain itu, diharapkan para kader pangan ini juga dapat berkontribusi dalam meningkatkan indeks kesehatan masyarakat, terutama untuk penurunan angka stunting di Kota Banjarbaru,” pungkasnya.







