Luhut Sebut Indonesia Lepas dari Covid-19 2023, Jokowi Malah Luncurkan Vaksin Baru

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan Indonesia sangat mungkin melepas status pandemi pada 2023. Namun, Presiden Joko Widodo meluncurkan vaksin Indovac yang diproduksi PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/10/2022).

Menurut Luhut yang juga Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) memastikan Indonesia berada pada kondisi pengendalian COVID-19 terbaik saat ini.

# Baca Juga :5 Wilayah Kalsel Miliki Capaian Tertinggi Vaksinasi Covid-19 Binda Kalsel, Banjarmasin Teratas

# Baca Juga :RSUD Moch Ansari Saleh Apresiasi Vaksinasi COVID-19 Bagi Masyarakat dan Nakes

# Baca Juga :Tertunda 2 Tahun Akibat Covid-19, Rapimda ke-5 DPD KNPI Tanbu Digelar, Bahas Persyaratan Calon Ketua

# Baca Juga :TERUNGKAP Virus Cacar Monyet Juga Bisa Bermutasi Seperti Covid-19

“Sangat ada (kemungkinan lepas status pandemi). Tapi, kita nggak tahu, kalau ada varian baru,” katanya saat ditemui di Jakarta dilansir Antara, Rabu (12/10).

Meski demikian, Luhut menyebut Indonesia akan tetap merujuk hal tersebut pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Kita akan lihat, kita tetap harus nurut kepada WHO. Tapi, kita pada status yang terbaik sekarang. Di seluruh dunia, dibanding beberapa negara, kita termasuk yang paling baik,” katanya.

“Penanganan COVID-19 di Indonesia termasuk baik. Seperti teman-teman semua sekarang pakai masker, booster segala macam. Saya malah sudah booster lima kali,” katanya.

Vaksin Buatan Idonesia

Dengan diluncurkannya vaksin buatan dalam negeri ini, Presiden Jokowi berharap Indonesia bisa mandiri dalam urusan vaksin.

“Dengan mengucap bismillahirahmanirrahim pada pagi hari ini saya luncurkan vaksin Indovac produksi PT Bio Farma, Bandung,” ujar Jokowi sebagaimana disiarkan YouTube Sekretariat Presiden.

“Dan mulai hari ini, kita bisa memproduksi vaksin Covid-19 sendiri dengan kapasitas di tahun ini nanti kurang lebih 20 juta. Tadi Pak Dirut (PT Bio Farma) menyampaikan, tahun depan bisa 40 juta, dan kalau memang pasar masih memerlukan bisa sampai ke 120 juta dosis vaksin,” jelasnya.

Kepala Negara lantas menjelaskan peluncuran vaksin Indovac ini merupakan kerja keras SDM muda Indonesia yang mampu menggarap sebuah vaksin baru dari hulu sampai hilir.

“Ini memakan waktu Indovac dari awal sampai sekarang 1,5 tahun. Juga diam enggak pernah bersuara, tahu-tahu jadi Indovac,” ungkap Jokowi.

Oleh karenanya, Jokowi meminta kepada Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin agar mendorong terus produksi vaksin di PT Bio Farma.

Sehingga nantinya akan menghasilkan revenue yang semakin besar untuk Indonesia.