Penjual Dawet Gadungan saat Tragedi Kanjuruhan Bekas Pengurus PSI, Suprapti Fauzi Bersimpuh Minta Maaf

MALANG, KALIMANTANLIVE.COM – Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 sporter usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur mengungkap banyak fakta mencengangkan.

Salah satu fakta adalah siapa penjual dawet gadungan di Kanjuruhan, Suprapti Fauzi yang sempat menjadi viral karena menuding negatif sporter Arema saat terjadinya Tragedi Kanjuruhan tersebut.

Terungkap fakta, Suprapti Fauzi yang sudah membuat marah suporter Arema FC, ternyata merupakan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

# Baca Juga :12 Hari Tragedi Kanjuruhan, Korban Bertambah, Helen Prisela Meninggal Selasa 11 Oktober 2022

# Baca Juga :Aremania Berhasil, Kapolri Akhirnya Copot Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta Usai Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan 131 Orang

# Baca Juga :NGERI! Begini Efek Gas Air Mata Tragedi Kanjuruhan: Wajah Jenazah Biru, Korban Selamat Alami Pendarahan Mata

# Baca Juga :Media Asing Selidiki Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD: Bagus, Kita Ndak Melarang

Sebelum diketahui identitasnya, rekaman suara penjual dawet itu viral diperbincangkan.

Dalam rekaman yang beredar Suprapti menyebut banyak suporter Aremania sudah dalam keadaan mabuk sebelum terjadi Tragedi Kanjuruhan.

“Wong suporter sakdurunge wis ngombe kabeh (suporter sebelumnya sudah pada minum). Yang meninggal pun itu banyak yang berbau alkohol,” kata si penjual dawet dalam rekaman suara itu.

Ketua DPD PSI Kabupaten Malang Yosea Suryo Widodo mengamini perempuan bernama Suprapti Fauzi itu kader partainya. Namun, sudah bukan lagi pengurus.

“Ibu tersebut sudah bukan pengurus PSI sejak 22 Juni 2020,” ujar Yosea dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/10/2022).

Yosea tengah menelusuri status keanggotaan Suprapti di PSI. Menurut Yosea, pihaknya bakal segera memecat Suprapti apabila dirinya masih tercatat sebagai kader.

Sejauh ini, Suprapti telah bertemu dan meminta maaf ke salah satu keluarga korban tewas dalam Tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) malam lalu. Dia juga mengaku bukan orang suruhan.

Momen tersebut diabadikan dalam bentuk video dan diunggah oleh akun Twitter @AremaniaCulture. CNNIndonesia.com sudah mendapatkan izin dari akun tersebut untuk mengutip unggahannya.

“Memohon maaf karena berhubung dengan voice note yang beredar kemarin saya tidak ada tujuan apapun untuk menjelekkan nama almarhum, ya, demi Allah, saya Lillahi Ta’ala meminta maaf kepada panjenengan memohon dengan sangat tolong maafkan saya bila ada kata saya yang salah ya mbak,” kata Suprapti pada lawan bicaranya dalam rekaman video itu.